Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Makam Rasulullah SAW. (Sejarah Masjid Nabawi)

Jumat, 15 Februari 2013


Penyemayaman Nabi SAW.

Dari Yahya ibn Said, bahwa ‘Aisyah istri Nabi SAW berkata, “Aku melihat dalam mimpi, ada 3 bulan jatuh di kamarku, kemudian aku ceritakan kepada bapakku, Abu Bakar”. Ketika Rasulullah SAW wafat, jasad beliau disemayamkan di kamar ‘Aisyah, maka Abu Bakar berkata, “Ia adalah salah satu dari 3 bulan itu, dan yang terbaik”.

Dari Malik, telah sampai kabar kepadanya bahwa Rasulullah SAW. meninggal hari Senin dan dikebumikan hari selasa, satu persatu orang menshalati jenazah beliau tanpa seorang imampun, sebagian orang menyarankan agar dikebumikan di mimbar, yang lain mengusulkan di Baqi’, datanglah Abu Bakar, seraya berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tak seorang Nabi pun yang meninggal kecuali akan dikebumikan di tempat dia meninggal’. Maka dibuatlah lahad. Ketika mereka hendak melepas pakaian beliau, tiba-tiba terdengar suara, “Jangan dilepas”, maka dimandikanlah jasad Nabi SAW bersama pakaiannya.


Ibn Abd al-Bar mengatakan, Aku tidak mengetahui periwayatan hadits yang seperti ini, kecuali kabar dari Malik itu, tetapi hadits ini shahih karena dipandang dari berbagai segi dan ditambah dengan hadits-hadits lain yang dikumpulkan oleh Malik.
Kisah penyemayaman Abu Bakar ra. diceritakan oleh sebuah riwayat dari Ibn Sa’ad dari Urwah dan Qasim ibn Muhammad, keduanya berkata, “Abu Bakar memberikan wasiat kepada ‘Aisyah agar dia dikebumikan di samping Rasulullah SAW, maka ketika ajalnya tiba dibinlah untuknya sebuah lahad, dan posisi kepala beliau sejajar dengan pundak Rasulullah SAW. Lahadnya itu menempel dengan tempat disemayamkannya Rasulullah SAW..

Sedangkan Umar ibn Khattab ra, pulang ke rahmat Ilahi dengan cara yang pernah ia harapkan melalui do,nya. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW pernah menjanjikan bagi seseorang yang meninggal dunia di Madinah akan mendapatkan persaksiannya, maka Umar berdo;a dengan, “Yaa Allah matikanlah aku dalam keadaan syahid di jalan-Mu, di bumi Rasul-Mu SAW".

Ibn Katsir mrnjrlaskan bahwa Umar  mendapatkan dua syahadah sekaligus, yaitu shahid di kota  Madinah, melalui tangan (jahat) seorang majusi bernama Abu Lu’lu’ah. Beliau dikebumikan Haiti Ahad pagi awal bulan Muharram tahun 24 H, di kamar Rasulullah SAW. atas izin dari ‘Aisyah ra.
Amru ibn Maimun al-Udy berkata, “Aku melihat Umar ibn Khattab ra, nberkata, “Wahai Abdullah ibn Umar, pergilah kepada Ummu al-mukminin ‘Aisyah, katakana bahwa Umar menyampaikan salam, kemudian mintalah izib kepadanya agar aku bila meninggal nanti, bisa dikuburkan bersama kedua temanku (Rasulullah SAW  dan Abu Bakar)”. ‘Aisyah berkata, ‘Dahulu aku inginkan tempat itu untukku, hari ini aku berikan untuknya’. Maka ketika Ibn Umar  menemui Umar (bapaknya), dia ditanya, ‘Bagaimana hasilnya?”, dia menjawab ‘Dia (‘Aisyah) telah memberikan izin untukmu wahai Amir al-Mukminin’. Umar berkata, “Tempat itulah yang paling penting bagiku”.

Akhirnya Umar ra. dikebumikan bersama kedua  dahabatnya, dan sejak saat itu ‘Aisyah membuat tabir antara dia dengan tempat persemayaman ”ketiga bulan” yang ada dalam mimpinya. Dia berkata, “Aku masih memakai kerudung dan aku lebihkan pakaianku, dan menjaganya sampai dibangun tembok yang membatasiku dari tempat disemayamkannya mereka.


Sumber : Buku Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer