Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Belajar Menikmati Hidup ......?

Minggu, 24 Mei 2009

(ngobrol sama Ustadz kampung)

Tadz…,gimana sih cara kita ngebersihin hati dari dendam, benci, kecewa, rasa ga suka dan …… segala yang ngganjel di hati deh… “ tanyaku pada suatu kesempatan
“ Memangnya ada apa ?” jawabnya malah balik tanya
“ Yah… capek rasanya punya perasaan seperti itu “

“ Benci, dendam, kecewa, rasa keluh kesah dan lain sebagainya, perasaan seperti itu tidak bisa kita hilangkan, tapi semuanya bisa kita kendalikan.’
“ Kenapa ga bisa di hilangkan tadz ?”
“ Allah sendiri yang menginformasikan dalam Qs.Asy Syam (91) ayat : 8, bahwa Allah telah mengilhamkan kedalam jiwa kita (jalan) kefasikan dan ketaqwaan, artinya didalam diri ini memang sudah tersimpan potensi-potensi keburukan dan kebaikan, tinggal mana yang lebih kuat pengaruhnya, mana yang akan kita pilih .”

“ Sekarang bagaimana caranya supaya pengaruh ketaqwaan yang lebih dominan ?
“ Meminimalisasikan keburukan (dosa) “
“ Caranya …?”
“ Untuk melawan keburukan dalam jiwa, terlebih dahulu kita harus tahu siapa sponsornya ….”
“ Maksudnya sponsor …?”
“ Yah …. Keburukan punya sponsor …yang tiada lain sponsornya adalah syetan, berat sekali kita melawannya……”
“ Maksud Ustadz…kita ga bisa melawannya gitu..? lanjutku
“ Coba kita perhatikan, dia bisa melihat kita sedangkan kita ga bisa, dia bisa menyusup kedalam relung kedalaman hati bahkan kesetiap aliran darah kita, sedangkan kita…?, nah untuk melawannya hanya ada satu cara ….” Seraya dia merapikan duduknya
“ karena untuk melawan syetan dengan berhadapan langsung, sudah dijelaskan tadi kita sudah kalah banyak, nah bagai mana caranya..?
"Vagaimana tuh Tadz...?"
“ Kita berlindung kepadaAllah….dengan ikhlas ”
“ Kenapa dengan ikhlas tadz ?’
“ Karena syetan tidak akan mampu memasuki wilayah ‘ikhlas’ ,….sesuai ucapannya di Qs.Shad (38) ayat : 82-83 ‘ …demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang Mukhlis (ikhlas) diantara mereka ‘”.
“ Jadi saat kita merasakan kebencian atau ketidak sukaan, kita harus ikhlas menerima, gitu tadz …?”
“ Ya ……” sambil mengangguk-anggukkan kepala …
“ Gimana caranya tuh Tadz…?
“ Begini …ya….” Dia merubah sedikit posisi duduknya, lalu dia melanjutkan
“ Rasa benci, dendam, ketidak sukaan, emosi…dan lain-lain pada dasarnya adalah ketidak cocokan hati dengan apa yang diharapkan hati, maksudnya saat perasaan itu muncul, hati tidak menerima, menolak,…..saya ambil satu contoh…..pernah naik bis kota ?
“ Sering Tadz..”
“ Jam 12 siang, matahari terik, didalam bis berdesakan, jalanan macet….apa yang kamu rasakan ?
“ Sering tuh Tadz seperti itu,….panas, keringat banyak, lengket…pokoknya gak nyaman lah …..pengennya cepet2 sampe tujuan “
“ Kenapa seperti itu ………? karena suasana yang ada tidak cocok/sesuai dengan yang diharapkan,…artinya hati menolak ,…..coba sekarang bandingkan dengan…….pernah denger orang mandi uap atau mandi sauna ?
“ Pernah tadz..”
“ Nah suasana mereka diruangannya ga jauh berbeda dengan yang didalam bis, …, tapi mengapa mereka malah menikmatinya, …..bahkan untuk itu mereka berani bayar mahal, …kenapa ?, karena memang suasana itu yang dicari, klop dengan hati, tidak ada penolakan.”
“ Untuk bisa menerima sesuatu yang bertentangan dengan hati, gimana tuh Tadz…”
“ Ada beberapa bagian yg harus kita perhatikan, pertama : belajar menikmati….
“ Gimana menikmati sesuatu yang menyakitkan atau yang tidak cocok dengan hati ..?
“ Kalau tidak dinikmati kan sudah merasakan hasilnya ..’capek’ …., sekarang .. terima saja …. Perintahkan hati untuk menerima semua keadaan …karena memang sudah terlalui…. Nanti tubuh dan jiwa kita yang akan menyesuaikan dengan keadaan itu ….perlu kesabaran yang cukup ..”
“Dalam prakteknya gimana Tadz …..”
“ Satu contoh …. Kalau kita merasakan kedinginan yng kuat diruangan yang ber-AC, coba jangan dilawan rasa dingin itu, semakin kita menolak akan semakin menggigil,….. ikuti saja nanti suhu tubuh kita yang akan menyesuaikan, ….. bila sudah merasakan adanya rasa hangat menyeruak…, itu awal yang bagus …”

“ Yang kedua Tadz…? Lanjutku sudah ga sabar .
“ Mohon Ampun sama Allah …. Istigfar … bertobat …. “
“ Koq … nyambungnya ke tobat Tadz ? heran ku.
“ Buka QS.99 ayat 7 & 8, maksudnya …kebaikan dan keburukan yang kita rasakan adalah balasan dari apa yang telah kita perbuat ……….banyak hal yang menurut kita wajar adanya tapi menyakitkan orang lain atau menyentuh sisi-sisi harga dirinya, hal-hal seperti itu yang kita terkadang tidak merasa berdosa..”
“ Maksudnya …?
“ Saat kita mengalami hal yang menyakitkan atau merugikan ……. Lemparkalah energi prasangka dalam pikiran kita kedalam diri kita sendiri …. Istilahnya ‘Introspeksi’ ….., kita kecopetan atau kena jambret …. Jangan-jangan kita telah menjambret orang, walau kita tidak secara nyata menjambret tas atau barang orang tapi mungkin kita pernah tidak menyadari ..menjambret perasaan orang, menjambret hak-hak bicara orang atau yang lainnya …. “
“ Ini hanya dari beberapa sisi saja ……. Masih banyak cara untuk menentramkan hati …. Saya mau pamit dulu, lain waktu kita lanjutkan, kebetulan ada janji sama Ustadz kampung sebelah”seraya berdiri mau bersalaman.

“ Sebentar Tadz …. Kesimpulannya dulu Tadz ..! paksaku
“ O..ya..” dengan suara rendah sambil kembali duduk
“ Ridlo dan Ikhlaslah atas apa yang sudah terjadi sama kita niatkan karena Allah, maksudnya …. Kalau kita sedang jalan tiba-tiba ada batu nyasar kena jidat….., kita maki-maki, mencak-mencak tidak menerima, jidat udah benjol, kita ngdumel tetep benjol juga kita ridlo pun benjol , kalau sama-sama benjol mendingan kita ikhlaskan saja, ridlo saja karena Allah , namun jangan pasrah begitu saja ….. untuk kedepannya kita usahakan agar tidak terjadi hal yang sama …. Terus….
“ Mohon Ampunlah kepada Allah atas segala dosa, akuilah ……”
“ Sebenarnya masih panjang, untuk sementara itu dulu ….. Insya Allah nanti kita lanjutkan ……Assalamualaikum ….. “
……………….
Pak ustadz pun menghilang dibalik kegelisahan yang mulai memudar ……..
Yaa…. Allah …. bimbinglah………
.......................


Ciputat Mei09 - REAR

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer