Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Darul Arqam dan Darun Nadwah (Sejarah Mekah)

Kamis, 12 April 2012


Darul Arqam (Dar al-Arqam)

“Dar al-Arqam” ialah nama rumah yang dinisbatkan kepada al-Arqam ibn Abi al-Arqam, yaitu sahabat Rasulullah Saw. Ia menjadi pusat gerakan dakwah islam secara sembunyi-sembunyi pada permulaan kenabian, dimana orang-orang muslim yang baru masuk Islam berkumpul dan melaksanakan shalat di dalamnya secara sembunyi-sembunyi pula. Setelah jumlahnya mencapai 40 orang dengan masuknya Umar ibn Khattab ra. ke dalam Islam, maka dakwah Islam kemudian dilakukan secara terang-terangan.

Pada tahun 171 H/787 M, al-Khaizuran, bekas budak al-Mahdi al-Abbasi, membangun masjid di tempat Darul Arqam, yang jaraknya sekitar 36 m sebelah Timur Shafa, yaitu di luar tempat sa’i, serta menjadi perhatian para khalifah muslimin. Kemudian, pada tahun 1375 H/1955 M masjid tersebut dihancurkan dalam rangka proyek perluasan Masjidil Haram, Dan untuk memperingatinya, maka pintu pertama di tempat sa’I disamping Shafa dinamakan dengan “Pintu Darul Arqam” (Bab Dar al-Arqam)

Darun Nadwah (Dar al-Nadwah)

Dibangun oleh Qusai ibn Kilab sekitar 200 tahun sebelum hijrah. Dinamakan demikian karena disanalah tempat berkumpul dan bermusyawarahnya kaum Quraisy. Di rumah inilah mereka berkumpul dan membuat rencana untuk menghalangi gerakan dakwah Islam, yaitu ketika sebagian sahabat keluar menuju Madinah, dan kekhawatiran mereka bahwa Nabi Saw. pun akan melakukan hal yang sama. Oleh karena itu, mereka bersepakat untuk membunuh Nabi Saw, tetapi atas kehendak Allah Swt, Rasulullah dapat keluar rumah dan berhijrah ke Madinah demi mengembangkan agama dan risalah-Nya.

Umar ibn Khattab, semasa menjabat sebagai Khalifah kedua, pernah mengunjungi dan tinggal di Darun Nadwah, demikian pula para khalifah sesudahnya. Sementara al-Mu’tadlid dari Dinasti Abbasiah memasukkannya kedalam bagian Masjidil Haram dalam perluasannya pada tahun 284 H/897 M, dengan luas 37 X 36 m = 1332 m2.

Letak persisnya, kira-kira di dekat tempat thawaf di sebelah Utara, dan untuk memperingatinya pintu disana dinamakan dengan "Pintu Darun Nadwah" (Bab Dar al-Nadwah).

Sumber : Buku Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer