Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Muzdalifah (Sejarah Mekah)

Selasa, 28 Februari 2012

Terletak diantara Mina dan Arafah. Dinamakan dengan “Muzdalifah” karena manusia mendatanginya pada permulaan malam (atau tengah malam), atau karena manusia meninggalkannya secara serentak, atau karena disana manusia jaraknya dekat dengan Mina. Bisa juga dinamakan demikian karena Adam dan Hawa pernah saling mendekat dan berkumpul di sana, juga karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah, dan lain sebagainya. Batasanya ialah dari lembah Muhassir sampai al-Ma’zamain (dua gunung yang saling berhadapan yang dipisahkan oleh jalan) sepanjang 4 km (lebih beberapa ratus meter) , dengan luas seluruhnya mencapai 12,25 km persegi.


Terdapat rambu-rambu yang yang menandai batas permulaan dan akhir Muzdalifah. Ia termasuk masy’ar di dalam batas tanah suci, yaitu salah satu tempat yang diperintahkan dalam manasik h
aji.

Tempat ini disinggung dalam al-Qur’an, (“Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram”)( Qs. Al-Baqarah/2:198) . Menurut Ibnu Umar ra, yang dimaksud dengan Masy’aril Haram dalam ayat tersebut ialah Muzdalifah seluruhnya.

Dikisahkan bahwa Rasulullah Saw dalam Hijjat al-Wada nya menjamak shalat Maghrib dan Isya’ di Muzdalifah. Muzdalifah juga merupakan tempat mabit (bermalam) para jemaah haji dalam perjalanan meninggalkan Arafah setelah terbenamnya matahari pada 9 Dzul Hijjah. Mereka shalat maghrib dan isya’ jama’ ta’khir di sana dengan satu adzan dan dua kali iqamat.
Kemudian mereka menuju Mina setelah shalat Subuh. Diperbolehkan mengambil batu-batu kerikil untuk jumrah di Muzdalifah, atau boleh juga mengambilnya di jalan atau di Mina.

Sedang untuk menambah kenyamanan para jemaah haji, Pemerintah kerajaan Arab Saudi telah memperluas masjid al-Masy’aril Haram dengan halamannya yang luas untuk mabit, serta melengkapinya dengan air bersih dan pelayanan kesehatan yang dibuat secara terpisah untuk laki2 dan perempuan.

dikutip langsung dari Sumber : Buku Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer