Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Tiang Wufud (Sejarah Masjid Nabawi)

Selasa, 06 November 2012



 Tiang ini menempel pada sebuah  ventilasi Masjid dari Utara, terletak di belakang tiang al-Mahras, tertulis “Ini adalah tiang al-Wufud” (Hadzihi Ustuwunah al-Wufud). Arti al-Wufud adalah Utusan, dinamakan seperti ini sebab pada tiang inilah Nabi SAW duduk menerima utusan-utusan Arab. Disamping itu tiang ini juga dikenal dengan Majlis al-Qiladah, sebab sering digunakan  sebagai tempat duduk-duduk oleh orang-orang yang terhitung tersohor, baik dari Bani Hasyim atau Bani yang lain.


Al-Barzanji menerangkan bahwa, baik tiang Sarir, Mahras ataupun Wufud yang menempel pada ventilasi itu, bentuknya hanyalah separoh tiang, dibangun pada masa Qayit bin Bay, bersamaan dengan dibangunnya kubah besar diatas kamar Nabi (dan Aisyah). Tiang-tiang yang hanya separoh dinamai sesuai dengan tiang-tiang yang ada didalamnya, yang memang berhimpitan.


Tiang Murabba’ al-Kubur

Dinamakan Murabba’ al-Kubur karena terletak di pojok segiempat Barat Laut, diatasnya adalah kubah kecil makam Rasulullah SAW (atau kamar Rasul dan Aisyah), melingkupi kubur yang tinggi. Tempat ini disebut-sebut sebagai tempat berdirinya Jibril.

Ibn Zabalah mengatakan bahwa posisi berdirinya Jibril as. adalah sebelah kanan pintu Jibril yang terletak di dalam Masjid. Sementara al-Samhudi menyebut barinya tidak tahu alas an penamaannya, tetapi menurutnya, Ibn Zubair juga pernah menyinggung tempat yang ada di (makam) Rasul ini, dan dia menambahkan informasi mengenai keberadaan sebuah kain yang menjulur  ke bawah, yang katanya adalah tempat turunnya Jibril.


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer