Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Keutamaan Seluruh Tiang-tiang Masjid Nabawi (Sejarah Masjid Nabawi)

Rabu, 07 November 2012



Imam Bukhari meriwayatkan dari Anas ra, dia berkata, “Aku lihat tokoh-tokoh tua di kalangan pada sahabat Nabi SAW cepat-cepat menuju tiang-tiang Masjid saat maghrib tiba”.

Telah disebutkan dimuka, bahwa di masa Nabi SAW, bagian yang beratap di sisi kiblat mempunyai 3 serambi dengan tiang-tiang dari batang korma. Kemudian di masa al-Majidiyyah, tiang-tiang tersebut diposisikan pada posisi aslinya, dan pada pembangunan berikutnya posisi ini tetap dipertahankan.


Berdasarkan sumber yang kami peroleh, bahwa pada masa al-Majidiyyah, arsitektur pembangunan, Shalih Affandi ingin menghilangkan beberapa tiang untuk keperluan perluasan dan keindahan bangunan. Namun niatnya ini mendapatkan tanggapan yang serius dari kalangan para ulama antara yang pro dan kontra.

Dalamperbedaan ini, tetap dijunjung rujukan dan dalil-dalil syar’i. Salah satu argumentasi yang berkembang dalam menanggapi Shalih Affandi adalah riwayat Anas ra di atas. Pendeknya masing-masing pihak berargumentasi untuk mendukung pendapatnya sampai didengar oleh Sultan.   

Akhirnya Sultan memutuskan untuk memakai kontruksi Masjid yang lama, sebab dia melihat tidak ada keperluan mendesak untuk menghilangkan tiang-tiang itu, apalagi tiang-tiang yang dimaksud mempunyai nilai historis dan dasar riwayat yang jelas, toh perluasan Masjid masih bisa diusahakan dengan cara lain. Akhirnya tiang-tiang itu tetap berada dalam posisi aslinya.

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer