Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Tiang Sarir (Tempat Tidur) dan Tiang Mahras (Tempat Penjagaan)- (Sejarah Masjid Nabawi)

Senin, 05 November 2012



Tiang Sarir (Tempat Tidur)

Kini tiang ini menempel ventilasi, terletak di sebelah timur tiang Taubat, tertulis “Ini tiang Sarir” (Hadzihi Ustuwanah al-Sarir). Penamaannya berangkat dari diletakkannya tempat tidur Rasulullah SAW di tempat ini saat beliau SAW beri’tikaf. Ibnu Umar meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau SAW, apabila beri’tikaf, tempat tidur atau kasurnya dibeberkan di belakang tiang Taubat.

Tempat ini dekat dengan kamar Nabi (dan Aisyah), Aisyah r.a berkata ”Adalah Rasulullah SAW mendekatkan kepalanya kepadaku, beliau SAW ada di samping, aku membasuh kepala beliau SAW dan kedua kakinya. Saat (melakukannya) aku tetap berada di kamarku, aku sedang haid, dan beliau SAW tetap berada di Masjid”.


Sebuah kabar menyebutkan bahwa Malik senang berada di tempat ini, yang sekaligus juga sebagai tempat Umar ra.
 
Tiang Mahras (Tempat Penjagaan)

Tiang ini menempel  ventilasi, di belakang tiang Sarir dari Utara, tertulis, “Ini adalah Tiang Mahras” (Hadzihi Ustuwanah al-Mahras). Penamaannya disebabkan karena dulu para sahabat berada di tempat ini ketika menjaga Rasulullah SAW. Dinamakan juga pintu Ali, karena dulu beliau shalat di tempat ini, menjaga Rasulullah SAW.

Aisyah r.a. berkata, “Dahulu Rasulullah SAW dijaga, sampai turun ayat (Waallahu ya’shimuka minannas) maka Rasulullah SAW mengeluarkan kepalanya dari kubah dan berkata, “Wahai manusia, pergilah!, Allah telah menjagaku”.  Al-Hakim berkata, “Hadits ini sahih, walaupun Imam Bukhori dan Muslim tidak meriwayatkannya.


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer