Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Tiang Abu Lubabah (Sejarah Masjid Nabawi)

Selasa, 30 Oktober 2012



Tiang ini adalah urutan ke 4 dari mimbar, 2 dari makam dan 3 dari kiblat. Dinamakan demikian karena Abu Lubabah bertekad mengikat dirinya pada tiang itu sampai meninggal atau sampai turun wahyu ampunan  dari Allah SWT. Kemudian juga  dikenal sebagai tiang Taubat setelah Allah menurunkan ayat diterimanya taubat Lubabah ra. yaitu saat dirinya masih terikat di tiang tersebut, kaitannya dengan kesalahan yang dia perbuat dalam masalah Bani Quraidah.


Keutamaan lainnya adalah letaknya yang berhadapan dengan makam Nabi SAW dan bagian kepala beliau SAW.

Adapun kisah tentang Abu Lubabah ini, diriwayatkan oleh Aisyah r.a. , beliau berkata “Rasulullah SAW datang ke Bani Quraidah, dan memblokade mereka selama 25 hari. Ketika blockade ini semakin kuat dan mereka mulai merasa kesulitan, diberitahukan kepada mereka, “Menyerahlah dengan keputusan hukum Rasulullah SAW ” Bani Quraidah kemudian meminta musyawarah melalui Abu Lubabah ibn Abd al-Mundzir. Abu Lubabah memberikan isyarat (jika hukum Rasulullah SAW yang mereka pilih), mereka pasti dihukum mati, kemudian mereka minta diadili oleh Sa’ad ibn Mu’adz.

Allah SWT. berfirman dalam surat al-Anfal ayat 27

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan juga janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa ayat ini turun pada Abu Lubabah, ketika dia sadar langsung bahwa dirinya menghianati Allah SWT. dan Rasul-Nya SAW, dia bersumpah tidak akan melakukan apa-apa sampai menemui ajal atau Allah SWT memberikan taubat, dia pergi ke Masjid dan mengikat dirinya pada sebuah tiang selama 9 hari sampai jatuh pingsan.

Kemudian Allah SWT turunkan taubatnya kepada Rasulullah SAW, orangpun mengabarkan kepada Abu Lubabah perihal itu, dan juga ingin melepaskan ikatannya. Namun dia bersumpah bahwa talinya tidak akan dilepas kecuali oleh Rasulullah SAW, dan akhirnya beliau SAW yang melepaskan ikatan itu.

catatan :
Abu Lubabah ibn Abd al-Mundzir al-Anshari terkenal dengan Lubabah, nama dari anaknya, namanya adalah Basyir ibn Abd al-Mundzir, ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Rifa’ah ibn al-Mundzir, ikut perang Madinah dan Rasulullah pernah memberikan kepercayaan kepadanya untuk mengurus Madinah, saat pembukaan kota Makkah, dia membawa bendera Bani Amr ibn Auf, termasuk salah seorang utusan pada Bai’at Aqobah, meninggal pada masa Ali, ada juga yang menyebut, setelah tahun 50 H.
 
Wahyu pengampunan dari Allah SWT untuk Abu Lubabah yaitu dengan turunnya surat At-Taubah ayat 102

وَآخَرُونَاعْتَرَفُواْبِذُنُوبِهِمْخَلَطُواْعَمَلاًصَالِحًا
وَآخَرَسَيِّئًاعَسَىاللّهُ أَنيَتُوبَعَلَيْهِمْ إِنَّاللّهَغَفُورٌرَّحِيمٌ

Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan
 yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya
 Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 9:102)


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer