Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Pintu-pintu Masjid Zaman Dulu (Sejarah Masjid Nabawi)

Kamis, 08 November 2012



Sejarah Singkat Pintu-pintu Masjid Nabawi

Nabi SAW membuat tiga buah pintu untuk Masjidnya. Satu pintu di belakang, pintu kedua dinamakan Babu Atikah atau al-Rahmah dan yang ketiga yang biasa dilewati Nabi SAW, yaitu Babu Jibril. Pada saat perpindahan kiblat beliau SAW menutup pintu belakang dan membuka pintu yang sejajar dengannya di bagian Utara sebagai gantinya.


Pada perluasan dimasa Umar, ditambahkan 3 pintu lagi, yaitu Babun Nisa di bagian Timur sebagai tempat masuk wanita, Babus Salam di tembok Barat, dan sebuah pintu di bagian Utara. Jumlah semuanya menjadi 6 buah, yaitu 2 pintu di sebelah kanan kiblat, 2 pintu di kiri, dan 2 pintu lagi di bagian Utara.

Pada perkembangan masa berikutnya terjadi penambahan dan pengurangan pintu Masjid sesuai dengan kebutuhan dan kebijaksanaan setiap zaman. Di masa Umar ibn  Abd al-Aziz terdapat 20 pintu, kemudian 24 buah di zaman al-Mahdi, dan pernah tinggal 4 atau 5 pintu saja.

Pada perluasan Pemerintah Sa’udi yang pertama tahun 1375 H/1900 M, menjadi sepuluh pintu dan sebuah pintu yaitu Babu Baqi berhadapan dengan Babus Salam. Kesepuluh pintu itu adalah, Jibril, Nisa, Rahmah, Salam dan Abd al-Majid. Kemudian al-Siddiq, Sa’ud, al-Malik, Abd Aziz, Umar dan Utsman.

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer