Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Babu Jibril as dan Bab al-Nisa (Sejarah Masjid Nabawi)

Senin, 12 November 2012


Babu Jibril as.

Terletak di bagian Timur, dulu dikenal dengan Babun Nabi, karena beliau selalu masuk melalui pintu ini. Pernah juga dikenal dengan Babu Utsman, karena posisinya berhadapan dengan rumah Utsman ra. Adapun alasan penyebutan pintu ini menjadi  Babu Jibril adalah sebuah riwayat dari ‘Aisyah ra, beliau berkata, “Ketika Nabi SAW pulang dari Khandaq, dan meletakkan senjata, kemudian mandi, Jibril mendatanginya seraya berkata, ‘Engkau meletakkan senjatamu?, demi Allah kita belum (bisa) meletakkan senjata, pergilah menuju mereka’, Nabi SAW berkata, ‘kemanakah?’, Jibril as menjawab, ‘Ke sini’, dia menunjuk Bani Quraidzah. Maka Nabi SAW keluar menuju mereka”.


Pada riwayat yang lain ‘Aisyah r.a berkata, “Sepertinya saya melihat Jibril as dari sela-sela pintu, di mukanya ada debu”. Riwayat yang lain mengatakan, Jibril as datang menunggang kuda, wajahnya menyerupai Dihyah al-Kalby. (Dihyah ibn Khalifah ibn Amir ibn Farwah ibn Fadhalah ibn Imri al-Qays al-Kalby, adalah seorang sahabat Nabi SAW yang paling tampan, masuk Islam semenjak awal, Nabi SAW pernah mengutusnya kepada Kaisar Romawi, meninggal di masa Mu’awiyah.) Lihat Tahdzib al-Tahdzib, (3/206-207), al-Ma’arifli ibn Qutaibah, h. 329.


Bab al-Nisa

Pintu ini dibuka oleh Umar ibn Khattab tahun 12 H/638 M, beliau mengatakan, “Alangkah baiknya kalau pintu unu dikhususkan untuk wanita”. Imam Nafi’ meriwayatkan bahwa Ibn Umar tidak lagi pernah masuk lewat pintu ini (setelah dikhususkan untuk wanita) hingga meninggal.
Bab al-Nisa beberapa kali mengalami renovasi, termasuk di zaman Abd al-Majid Khan, sehingga bagian pintu yang berkayu masih membubuhkan nama sultan.







Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer