Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Mihrab-mihrab Masjid (Sejarah Masjid Nabawi)

Kamis, 12 Juli 2012


Tempat shalat Rasulullah SAW
Ketika masih menghadap Bait al-Maqdis

Sesampainya di kota Madinah, Rasulullah SAW sempat shalat menghadap Bait al-Maqdis selama 16 bulan lebih beberapa hari, ketika itu tempat shalatnya adalah sudut paling Utara. Persisnya jika kita membelakangi tiang Aisyah, kemudian berjalan ke Utara sampai tiang kelima yang sejajar dengan Babu Jibril.
Pintu Jibril berada di pundak kita yang kanan, nah di situlah dahulu Rasulullah SAW melakukan shalat menghadap Bait al-Maqdis.




Mihrab Nabi SAW.

Ketika turun surat al-Baqarah ayat 149, Nabi SAW menghadap Ka’bah dalam menunaikan shalat sebagaimana diperintahkan dalam ayat tersebut, selama belasan hari beliau SAW shalat menghadap tiang ‘Aisyah kemudian maju ke tempat hhalatnya.

Sangat penting untuk dicatat di sini, bahwa baik di masa Rasulullah SAW atau al-Khulafa al-Rasyidin sesungguhnya adalah Umar bin Abd al-Aziz pada perluasan yang beliau lakukan tahun 91 H, dan sejak saat itulah dikenal dengan mihrab Nabi SAW. Di mihrab ini ada tiang yang menempel, yang dikenal dengan tiang al-Mukhollaqoh.

Riwayat yang menunjukkan tempat Nabi SAW dibawakan oleh Ubai bin Ka’ab, ia berkata, “Adalah Rasulullah SAW melakukan shalat menghadap tonggak (korma), dimana saat itu Masjidnya hanyalah semacam rumah tempat berteduh, dan pada tonggak itu pula beliau SAW berkhutbah”. Bunyi tulisan yang ada pada punggung mihrab ini menyatakan bahwa tahun 888 H dilakukan pembangunan kembali pada mihrab ini oleh Sultan Qayit Bay, kemudian disempurnakan kembali oleh Raja Fahd ibn Abd al-Aziz dari keluarga Saud pada tahun 1404 H.


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer