Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Pembangunan al-Majidiyyah di Masa Pemerintahan Saudi Arabia (Sejarah Masjid Nabawi)

Jumat, 22 Juni 2012

 
Sejak perluasan pemerintah Saudi yang pertama ditetapkan sebuah kebijaksanaan untuk melestarikan hasil pembangunan al-Majidiyyah. Kebijaksanaan ini diteruskan pada pembangunan pemerintah Saudi yang kedua. Oleh karenanya beberapa bangunan al-Majidiyyah hanya diperbaharui tanpa banyak merubah bentuk aslinya.

Pembaharuan ini meliputi, mihrab, raudhah, tiang-tiang, AC, perubahan cat, pembaharuan ukiran, juga garis-garis di kubah dan tembok.
Sebagian ayat-ayat Qur’an juga digarap lagi dengan air emas melalui sentuhan Muhammad Shiddiq Mi’raj al-Din dkk. Selain itu pembaharuan ini juga mencakup menara, pintu Baqi’, Kubah Hijau dan secara umum bisa dilaksanakan sebagai upaya penyesuaian dengan pembangunan pemerintah Saudi yang pertama dan kedua.

Awal 1407 dipasang lampu-lampu tiang dan lampu gantung yang baru, diantaranya ada yang dicat dengan emas. Kacanya berukir warna biru dengan tulisan La-ilaha-illa-Allah Muhammad Rasulullah, berjumlah 317 buah. Ada yang bentuknya memanjang dan ada juga yang dilapis emas dengan tiang penyangga dari besi bertuliskan Alllahu Akbar, sebanyak 361 buah. Lampu gantung berjumlah 109 buah antara besar dan kecil dengan sinar neon putih. Jika semua dinyalakan akan nampak seakan masjid berwarna Kristal bercampur emas.

Ada juga bangunan yang berfungsi sebagai museum barang antik di makam (kanar-kamar) Nabi. Dahulu ada kebiasaan para Sultan dan gubernur untuk menghadiahkan barang-barang yang cantik dan mahal dan diletakkan di makam.  Untuk menampung ini pada tahun 1401 H. dibuatkan tempat khusus, diatas Perpustakaan Majid Nabawi.  Pintunya diatas menara Saudi yang lama, yaitu sebelah kanan orang-orang yang masuk lewat pintu Umar.ra

 

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer