Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Saling Menjaga Hati

Selasa, 22 Mei 2012

(Pesan dibalik perjalanan) 
Sore yang tidak seperti biasanya, mendung, anginnya berhembus kuat, jalananpun sepi, tidak ada anak2 bermain seperti sore-sore yang cerah, tetangga-tetangga sepertinya lebih baik menikmatinya didalam rumah dengan aktifitasnya masing-masing. Ramadhan dan Istrinya sedang asyik nonton TeVe 
“Makan apa ya kalau cuaca begini enaknya…? Ramadhan tanpa menoleh istrinya.
“Ayah mau dibikinin indomie goreng ya…? Hasanah menawarkan dengan penuh antusias. “Emang ibu mau bikinin…?, kalau lagi asyik nonton biar mba aja yg bikinnya.” 
“Buat suami tercinta, apa sih yg ga mau……., sekarang ibu harus mau menyediakan kesukaan suaminya, kata pak Ustadz kampung sebelah, sebagai investasi amal bakti pada suami” Seulas senyum terlepas penuh gairah 
“Aaah……. Memang ibu ini paling topsss deh se dunia” 
Hasanahpun tersipu malu mendpat pujian penuh ketuulusan sambil berlalu ke balik dapur yg tidak jauh dari ruang TeVe. 

Memang begitulah kepiawaian Ramadhan meracik kalimat perintah menjadi tidak terasa itu sebuah perintah, karena dia berpendapat setiap orang kebanyakan tidak suka diperintah. Walau bagaimana dia harus menjaga hati setiap orang agar tidak merasa diperintah apalagi ini istrinya sendiri yg harus diperhatikan hati dan jiwanya. Hasanahpun dengan semangat melakukannya penuh ikhlash tanpa merasa diperintah (walau diperintahpun sebenarnya dia harus melakukannya) 

“Sajian siap disantaap……..” Hasanah membawa sepiring Mie goreng yg masih mengepul dengan aroma khas sambil melirik suaminya genit penuh kebanggaan. 
“Wooooow…….. sajian special siap di serbuuuuuuu…” 
Mereka kadang menghiasi suasana hari-harinya dengan dibumbui sedikit canda, untuk meng-clear-kan suasana yg kadang kaku tanpa basa basi Mie gorengpun hampir ludes dibuatnya namun tiba-tiba……… 
“Sekarang musim kemarau ya bu……..” Tanya Ramadhan tanpa menoleh istrinya 
“Oooooh iya lupa airnya belum tak siapin…..” sambil tersenyum lebar Hasanah mengambil gelasdan mengisinya. 
“Ayah ini paling-paling deh kalau nyindir orang… “disodorkannya segelas teh hangat sambil mencubit sedilit pinggang suamunya. 
“Wadaauuuw…….”Ramadhan menggeliat geli 
“Ayah kan cuma mengingatkan saja , kalau ibu ngga ‘ngeh’, ya ayah ambil sendiri…gitu lho”jelas Ramadhan. 
Sorepun berlalu dengan kehangatan yang tidak mungkin terlupakan di hati Hasanah. ……………… 
“Ayo bu kita berangkat …..” 
“Sebentar…… ibu lagi nglem sepatu dulu sedikit mangap“ 
“Nah ko ga bilang-bilang ayah……” 
“Kalau ibu sudah tidak bisa ngerjain, baru bilang ayah, kan meringankan beban suami, he he….” sedikit lirikan penuh kebanggaan. 
Ramadhanpun menghampiri istrinya pengen tahu sejauh mana kerusakannya. 
Haaaah ………Ya Allah… itu sih sudah parah, batinnya melihat kondisi sepatu istrinya yang sudah tidak layak pakai menurut ukuran dia. 
“Udahlah bu pulang kerja nanti kita betulin ketempat sol sepatu yang OK punya” 
“Sama aja Yah…….. sudah servis dua kali tetep aja masih memble …..udah bosen kali tinggal dirumah ini….”jelas Hasanah sambil ‘mesem‘ melirik suaminya 
“Lihat saja nanti…. Pokoknya siiip dah” 

Sepulang kerja merekapun mampir ke tempat yang ditawarkan Ramadhan, ada sedikit heran di pikiran Hasanah, koq mau ke servis sepatu tapi masuk mall, emang ada di mall tukang sol atu, walau terbilang jarang ke mall setau dia tidak ada tuh yang namanya tukang sol sepatu di mall, bathin Hasanah, namun dia ngikut saja tanpa protes. 
Meraka sudah tiba didepan sebuah toko sepatu, Hasanah baru ‘ngeh’ kalau suaminya mau menggantinya dengan yang baru, dan ternyata benar apa yang diduganya, suaminya menyusruh istrinya memilih sepatu yang pas seleranya. 

“Koq ayah ga bilang-bilang kalau punya uang…”Tanya istrinya, memang selama ini Ramadhan tidak pernah menyimpan uang banyak di dompetnya, hanya sekedar ada saja untuk jaga-jaga kalau ada apa-apa, semua urusan keuangan diserahkan istrinya untuk mengaturnya. 
“Kemarin dapat tambahan waktu kerja overtime, ga tahu belum mau ngasih ke ibu, mungkin Allah sudah merencanakan semua ini, soalnya kalau sudah masuk kantong ibu kan ceritanya lain lagi, …. Susah keluar… he he he..”
 “Ah ayah……” 
Hasanah tersipu malu sambil mendaratkan sedikit cubitan penuh rasa bangga mempunyai seorang suami yang mampu menjaga hatinya ………. 
Yaa Rabbi…. 
Kami ingin memelihara cinta kasih ini …… ……….. …. . 



Rumah Sahaja 
EAR Ciputat jan’10

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer