Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Gua Tsur (Ghar Tsur) (Sejarah Mekah)

Sabtu, 12 Mei 2012

Terletak di Jabal Tsur, yaitu kira-kira 4 km sebelah selatan Masjidil Haram. Tingginya dari permukaan air laut ialah 748m, sedangkan dari permukaan tanah sekitar 458 m. Sementara Gua Tsur tingginya sekitar 1,25 m dengan panjang maupun lebarnya berkisar 3,5 m X 3,5 m. Gua tersebut memiliki dua pintu, yaitu di sebelah Barat dan satu lagi di sebelah Timur.


Pintu sebelah Barat itulah yang digunakan masuk oleh Nabi Saw, yang tingginya kira-kira 1 m. Sedangkan pintu sebelah Timur, walaupun lebih luas, sengaja dibuat untuk memudahkan orang keluar masuk Gua. Untuk mendaki sampai ke puncak Jabal Tsur ini diperlukan waktu sekitar 1,5 jam.


Ketika dalam perjalanan hijrah Nabi Saw dan Abu Bakar ra sampai di Gua Tsur, Abu Bakar masuk lebih dahulu ke dalam Gua guna memastikan apakah ada ular, kalajengking, dan lain sebagainya yang dapat membahayakan Nabi Saw dan dirinya, setelah itu barulah Nabi masuk. Sedangkan Abdullah ibn Abu Bakar menginap bersama keduanya, dan paginya kembali ke Mekah untuk mengetahui sekaligus memata-matai orang-orang Quraisy. Ketika malam tiba,
Abdullah memberitahukannya kepada Rasulullah dan Abu Bakar.

Gua Tsur ini dalam al-Qur’an juga disinggung, yaitu dalam ayat (“Jikalau tidak menolongnya (Muhammad), yaitu sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah”) (Qs. Al-Taubah/9:40)

Sedangkan dari Abu Bakar diriwayatkan bahwasanya ia berkata;”Saya bersama Nabi Saw di dalam Gua, dan saya melihat jejak kaum musyrikin, ‘Wahai Rasulullah jika salah seorang dari mereka mengangkat kakinya, pasti mereka melihat kita. Lalu Rasulullah menjawab, ‘engkau kira kita hanya berdua saja, padahal kita bertiga bersama Allah’.

Setelah 3 hari lamanya dalam Gua Tsur, mereka keluar setelah sebelumnya Abdullah ibn Ariqath dating membawa dua binatang kendaraan yang diminta oleh Abu Bakar. Lalu merekapun meneruskan perjalanan hijrah, dan Abu Bakar mengikuti penolongnya, Amir ibn Fahirah, yang menunjukinya jalan hingga ke Madinah al-Munawwarah.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer