Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Shafa : bagian 1 (Sejarah Mekah)

Senin, 27 Desember 2010

Shafa ialah bukit kecil yang berada pada jarak kurang lebih 130 m setelah Selatan (agak kekiri) dari Masjidil Haram. Sekarang, diatas bukit ini sudah dibangun atap bulat berbentuk kubah.
Bukit inilah (Shafa) yang dalam syari’at digunakan sebagai tempat bermulanya Sya’i. Dalam Al-Qur’an disebutkan, (“Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari Syi’ar Allah”) (Qs. Al-Baqarah/2:158).
Bukit tersebut menjadi saksi banyak peristiwa penting sepanjang sejarah.Peristiwa-peristiwa penting tersebut diantaranya ialah :

Pertama : Dakwah diatas bukit Shafa.
Nabi Saw pernah naik keatas bukit ini dan berseru kepada orang-orang. Maka setelah orang-orang Quraisy berkumpul, Nabi Saw lalu menyeru mereka untuk beriman kepada Tauhid, risalahnya, kepada Hari AKhir, serta mengingatkan mereka akan neraka.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra bahwa ketika ayat (“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”) Qs.Al-Syua’ra/26:214, diturunkan, Nabi Saw naik ke bukit Shafa dan menyeru : iya dari suku Quraisy sampai mereka berkumpul. Sampai-sampai jika ada seseorang yang berhalangan, ia mengirimkan orang lain untuk memastikan apa yang terjadi, dan datang pula diantara mereka Abu Lahab dan Quraisy.

Nabi Lalu berkata ; “Bukankah aku telah memperlihatkan kepada kalian semua, bahwasanya aku telah memberitahukan ada seseorang di lembah ini yang ingin merubah kehidupan kalian. Apakah kalian semua mempercayaiku ?”
Mereka serentak berucap, “Kami tidak pernah mendapatimu kecuali seorang yang jujur.”
Maka Nabipun menimpalinya kembali, ”Sesungguhnya aku ini pemberi peringatan kepadamu dari siksa yang pedih.”
Mendengar itu semua Abu Lahab berkata, “Celakalah kah ! Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Setelah itu turunlah ayat,
(“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk kedalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar. Yang dilehernya ada tali dari sabut.”)Qs.Al-Lahab/111:5)

Kedua : Dari Ibnu Abbas ra
bahwasanya ia berkata ; Orang-orang Quraisy datang kepada Nabi dan berkata :”Mohonlah kepada Tuhanmu agar menjadikan bukit Shafa ini emas bagi kami, sehingga kami akan beriman.”
“Apakah kalian akan melakukannya ?” timpal Nabi.
Lalu mereka menjawab :”Iya.”
Kata Ibnu Abbas, setelah itu Nabi memohon sehingga datanglah Malaikat Jibril as sambil berkata: “Sesungguhnya Tuhanmu memberi salam kepadamu. Jika Aku menghendakinya, niscaya dijadikannya bukit Shafa itu emas buat mereka. Dan barang siapa dari mereka ingkar setelah itu, maka Aku akan menyiksanya dengan siksa yang belum pernah Aku timpakan kepada seluruh alam raya ini. Dan jika Aku menghendaki, niscaya Aku bukakan bagi mereka pintu taubat dan rahmat.” Lalu Nabi menjawab :”Aku ingin pintu taubat dan Rahmat.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa saat itu turun ayat , “Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu” (Qs. Al-Isra’/17:59)

Ketiga: Perlakuan buruk Abu Jahal kepada Nabi Saw.
Suatu ketika, Abu Jahal berjalan di Shafa melewati Nabi Saw, lalu menyakiti dan memukul kepala beliau dengan batu hingga terluka dan mengeluarkan darah. Ketika Hamzah ibn Abdul Muthalib mengetahui hal itu, ia langsung mendatangi Abu Jahal yang ketika itu sedang berada di Nadi (tempat perkumpulan) Quraisy di dekat Ka’bah.
“Bagaimana engkau mengumpat keponakanku sementara aku berada dalam agamanya?” kata Hamzah. Kemudian ia memukul Abu Jahal dengan busur panah hingga menyebabkan luka cukup parah.

Keempat : Shafa sebagai tempat berkumpul,
Setelah dakwah Islam berhasil, Nabi kembali ke Mekah untuk membebaskan kota itu, dan menyuruh Khalid ibn Walid ra beserta orang-orang yang bersamanya agar masuk melalui dataran rendah Mekah, sehingga akhirnya mereka berkumpul di Shafa. Menyaksikan hal itu, Nabi pun berkata. “Tempat kumpul kalian adalah Shafa.”

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer