Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Keterangan Singkat Beberapa Tempat di Masjid Nabawi :2 (Sejarah Masjid Nabawi)

Rabu, 29 September 2010

d. Pintu-pintu Masjid

Jumlah pintu-pintu masjid berubah-ubah dari masa ke masa. Salah satu bagian dari pintu-pintu Masjid (terdiri dari lima pintu berdampingan)
Sebelum perluasan ini ada 11 pintu, sebagiannya kini berada dalam masjid. Saat ini, semuanya berjumlah 41 pintu dengan nomor urut terdiri dari 2, 3 dan 5 tempat masuk.
Kalau dijumlahkan maka ada 85 tempat masuk. Ada yang khusus untuk lantai dasar, lantai atas (atap) dan ada juga yang diperuntukkan untuk keduanya. Ditiap-tiap tengah pintu tertulis Muhammad SAW. dan di atasnya sebuah batu bertulis “udkhulluha bi salamin aminin”

e. Kubah Berjalan
Agar tercipta ventilasi yang cukup dan penyinaran yang alami, beberapa tempat di lantai dasar dibiarkan terbuka, dan bisa di tutup dengan Kubah berjalan. Lokasi dimaksud berjumlah 27 tempat, masing-masing seluas 324 m/segi. Kubah dikonstruksi diatas rel besi. Berat kotor untuk satu kubah adalah 80 ton (40 ton berat kerangkanya dan 40 ton berat material penyusunnya dari dalam dan luar).

Bagian dalamnya terdiri dari susunan kayu kering yang khusus dengan tebal 20 mm. Kayu yang berukiran ini adalah kayu khusus yang dikenal dengan al-Arz. Kayu al-Arz dari Maroko ini dipasang bersama bebatuan elok dalam lingkaran yang berlapis emas. Ada juga bagiannya yang ditutup dengan separuh emas murni yang tipis. Setiap kubah globalnya membawa 2,5 kg emas.

Bagian luar kubah ini adalah keramik yang di impor dari Jerman, dengan dasar granit setebal 25 mm. Di puncak kubah adalah perunggu berlapis emas. Dengan demikianuntuk menghias seluruh kubah dibutuhkan 67,5 kg emas dengan luas bidang hiasan 100 m/segi. Masih untuk keperluan kubah, dibutuhkan 1000 potong batu mazonet yang diimpor dari Kenya dibentuk busur berlapis emas, pabriknya didirikan dipinggiran kota Madinah.

Untuk menggerakkan kubah yang sangat berat ini hanya dibutuhkan waktu satu menit, dan dikendalikan melalui system computer dengan tenaga listrik. Itulah gambaran singkat mengenai kubah berjalan yang menghiasi lantai atas Masjid Nabawi. Lantai atas yang berkubah ini didasari oleh marmer Yunani yang tetap awet walau terkena panas matahari. Bila dibutuhkan bangunan ini masih mungkin untuk ditinggikan lagi.


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer