Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Puasa: Proses Menuju Taqwa (bag:1)

Rabu, 29 September 2010

(Ngobrol sama Ustadz Kampung)
“Tadz, dalam Qs al-Baqarah 2/183, kenapa sih dalam ayat perintah tersebut , berpuasa hanya diperuntukan untuk orang-orang yang beriman saja.” Tanyaku pada suatu sore menjelang bulan Ramadhan.

“Waduh …. Jawabannya tidak cukup sebentar nih ….”

“Ga apa Tadz..”

“Sebelum menjawab pertanyaan diatas, saya perlu menjelaskan dahulu mengenai ‘Proses Keagamaan Kita’, bahwa proses keagamaan kita itu memiliki 3 tingkatan kualitas, 1.Beriman (memperoleh keyakinan), 2. Bertaqwa (Memperbanyak amalan) dan 3. Berislam (berserah diri kepada Allah)” “Coba diulang “ tanyanya padaku



“Beriman, Bertaqwa dan Berislam “

“Ok,….Tingkatan yg pertama adalah BERIMAN, nah tingkat beriman ini adalah tingkatan paling rendah dalam proses keagamaan kita, tingkatan ini menggambarkan sebuah proses :

Pertama : Proses Pencarian yaitu melalui membaca kitab, pergi ke Majelis ta’lim, pendidikan formal, pesantren dan lain-lain,

Kedua : Proses Pemahaman yaitu melalui bertanya pada ahlinya atau mengadakan sharing dan diskusi dan yang ke

Ketiga : adalah Proses memperoleh Keyakinan, pada tingkatan ini, seorang muslim akan banyak berkutat dengan pergulatan pemikiran, seorang yang tidak pernah mengalami pergulatan pemikiran atau jatuh bangun didalamnya, hampir bisa dipastikan kualitas imannya tidak cukup tangguh.”

“Tingkatan yg ke dua Tadz ?”

“Tingkatan yang ke 2 adalah BERTAQWA, inilah tingkatan APLIKASI alias AMALAN, keyakinan yang talah kita peroleh lewat proses pencarian dan pemahaman harus diterapkan (amalkan) dalam kehidupan sehari-hari secara ISTIQOMAH atau konsisten, itulah yang dimaksud dengan kalimat ITTAQULLAHA HAQQATUQATIHI, bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya Taqwa. Dalam beristiqomah ini kita harus memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri yg sangat prima….bisa dipahami..?”

“Sebentar,,, tadz….dilanjut dulu”

“Dan tingkatan yang ke tiga adalam ASLAM alias berserah diri, inilah buah dari perjuangan yang sangat panjang. Pencarian….Pemahaman….Keyakinan…Pengamalan dengan Istiqamah/konsisten, hingga menghasilkan jiwa yang Berserah diri, ikhlas dalam beribadah.”

“Hubungannya dengan Puasa Tadz…”

“Nah puasa inilah sebuah tatacara ibadah yang bertujuan untuk menjadikan pelakunya sebagai orang BERTAQWA yaitu tingkatan ke dua dalam proses beragama…, ini sesuai dengan informasi dari Al-Quran surat ke 2/183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu BERTAQWA..”

“Maksudnya Tadz,,,?”

“Ayat diatas dengan jelas menggambarkan kepada kita bahwa PUASA adalah suatu proses untuk meningkatkan kualitas IMAN menjadi TAQWA, oleh sebab itu yang dipanggil untuk memenuhi kewajiban puasa adalah orang-orang yang beriman saja..”

“Pertanyaan saya yang awal sekarang dong jawabannya ?”

““Nah karena sebentar lagi waktu magrib, jawabannya Insya Allah besok dilanjutkan”

………

Kamipun berpisah mempersiapkan ibadah shalat magrib

“Yaa…Rabb ……. Tambahkanlah ilmu-Mu disetiap gerak langkahku..”

.

.

“Rumah Sahaja”

EAR 110810 Ciputat-Tangerang

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer