Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Shalat sebagai Dzikir dan Do'a

Selasa, 02 Juni 2009


Makna Shalat secara umum :
  1. Berdzikir
  2. Berdo’a
Maka sebelum memulai shalat, kita harus sudah membangun suasana hati, bahwa shalat itu bertujuan untuk berdzikir dan berdo’a dan manfaatnya untuk diri kita sendiri.
Kuncinya ?
Memahami maknanya tentang apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan.

A. SHALAT SEBAGAI DZIKIR PADA ALLAH
Untuk apa berdzikir ?
Agar kita ingat Allah.
Untuk apa ingat Allah ?
Agar setiap langkah kehidupan kita bermakna “LAA ILAAHA ILLALLAH”
Kenapa mesti Laa ilaha illallah ?
Karena Laa Ilaaha illallah adalah kalinat tauhid sebagai dasar pokok keimanan dan keislaman
Disinilah proses keimanan berperan penting.
Proses keimanan yang baik adalah seperti yang diajarkan Nabi Ibrahim As, beliau beriman kepada Allah bukan karena memperoleh warisan dari orang tuanya, gurunya, beliau memperoleh keimanan dengan cara “pencarian” / bereksperimen, mencari sesuatu yang dianggap tuhan.
Sebagaimana Allah abadikan dalam QS. Al An’aam (6) 74-79
Dari pencarian itulah Nabi Ibrahim akhirnya memperoleh kesimpulan yang sangat mendasar dahwa kehidupan ini harus berorientasi pada satu tujuan saja yaitu Allah SWT., karena Dia yang memiliki segalanya kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat, maka jika Dia menghendaki, segalanya bisa terjadi untuk kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat.
Inilah yang dimaksud dengan “BERDZIKIR” kepada Allah, bukan sekedar ingat Allah dengan tidak jelas arahnya (juntrungannya), melainkan ingat dalam arti LAA ILAAHA ILLALLAH, ingat bahwa seluruh eksistensi ini hanya milik Allah semata.
QS. THAHAA (20) 14. Artinya :
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.
QS. AN NISA (4) 103. Artinya :
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Apa manfaat ingat Allah ?
  1. Hati kita akan selalu tenang dan tentram, jauh dari rasa was was.
QS. AR RAD (13) 28. Artinya :
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
  1. Menjadi orang yang “ tahan banting “ alias sabar dan tegar karena kita selalu merasa dekat dengan Allah
QS. AL BAQARAH (2) 153. Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
  1. Menjadi orang yang ikhlas dan rendah hati, karena kita tahu bahwa kita ini memang sebenarnya kecil, hanya Allah Yang Maha Besar.
QS. AL FURQAAN (25) 63 – 64. Artinya :
63. Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.
64. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.
  1. Terhindar dari perbuatan kotor (keji) dan merugikan (munkar) orang lain.
QS. AL ANKABUT (29) 45. Atinya :
45. Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
  1. Menjadi orang yang “berhati kaya” alias tidak serakah dan suka menolong orang lain, karena merasa dekat dengan Dzat Yang Maha Kaya lagi menyayangi
QS.ALI IMRON (3) 134. Artinya :
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

B. SHALAT SEBAGAI DO’A.
Seringkali kita shalat tidak bermakna sebagai do’a (permintaan tolong) kepada Allah, shalat adalah sebuah kewajiban belaka, sedangkan untuk berdo’a kebanyakan kita melakukannya diluar shalat, setelah shalat atau pada waktu-waktu lain yang dianggap mustajab. Coba kita lihat Firman Allah :
QS. AL BAQARAH (2) 45. Artinya :
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`,
QS. AL BAQARAH (2) 153. Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
QS. AS SAJDAH (32) 15-16. Artinya :
15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedang mereka tidak menyombongkan diri.
16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo`a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.
Dimana saja tempat dalam shalat untuk kita berdo’a ?
Saat-saat yang diperbolehkan berdo’a secara ‘lebih bebas’ didalam shalat ialah :
- Saat I’tidal ( setelah membaca do’a I’tidal) seperti contoh ada yang membaca do’a qunut ada yang tidak.
- Ketika duduk antara dua sujud ( dimana kita selalu mengucapkan do’a mohon kesehatan, rezeki, permohonan ampun dan maaf dll ).
- Saat sujud, dimana kita sedang dalam ‘kondisi terdekat’ kita dengan Allah.
- Saat menjelang salam, setelah membaca tasyahud akhir dan shalawat Nabi.
PENDAPAT UMUM !!
Bahwa untuk menuju Tuhan, hati harus bersih dan memiliki ilmu yang tinggi ?
Tidak !!!
Karena hati kita tidak akan pernah bersih selama-lamanya, akan tetapi Allahlah yang akan membersihkan hati setiap hamba yang dikehendakinya.
QS. AN NUR (24) 21 Artinya :
21. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Yang kita butuhkan :
Sikap pasrah dan yakin bahwa Allah dekat.
Orang yang tinggi derajatnya dihadapan Allah bukanlah hebat bahasa arabnya, professor, pimpinan, dll, tapi Orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Yaitu orang yang percaya dan yakin bahwa Allah dekat.
PROBLEM !!!
Problem terbesaar umat Islam di Indonesia adalah tidak begitu paham terhadap makna shalatnya.
Kenapa ?
Karena kita tidak menggunakan bahasa arab sebagai bahasa sehari-hari
Apa Solusinya ?
Kita harus memulai dengan mengerti dulu arti yang kita ucapkan, lalu bertahap memahami makna yang terkandung dari yang diucapkan dengan bertanya pada ahlinya ( Ustadz ahli tafsir), menjiwai apa yang kita ucapkan.
KESIMPULAN :
· Dengan demikian, kita harus mulai merubah cara minta tolong kita kepada Allah, karena cara berdo’a yang baik yang dianjurkan Allah adalah dengan melakukan shalat sebagai tatacara formal yg diajarkan Allah. Didalam shalat itulah kita berdo’a dan memohon pertolongan atas berbagai masalah yg dihadapi. Fungsikan shalat sebagai do’a.
· Yang penting dari proses berdo’a kita itu adalah sikap hati, jangan sampai ragu, yakinlah Allah akan mengabulkan do’a kita sesuai dengan prasangka kita.
QS. AL BAQARAH (2) 186. Artinya :
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
Shalat merupakan :
· Jalinan (hubungan) yang kuat antara langit dan bumi, antara Allah dan hambanya.
· Merupakan Aktivitas jiwa
· Proses perjalanan spiritual (ruhani) yang penuh makna yang dilakukan seorang manusia untuk menemui Tuhan Semesta Alam
· Sebagai penjernih jiwa dan akan mengangkat peshalat untuk mencapai tarap kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak
· Sebagai tempat bercengkrama dengan Allah, sebagai sarana komunikasi yang akrab, santai dan nyaman untuk mencari ketenangan jiwa.
Dari berbagai sumber
EAR Juli2009

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer