Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Shalat antara Ritual dan Kebutuhan

Selasa, 02 Juni 2009


Ritual : Suatu kegiatan khusus yang dipersembahkan kepada yang khusus, agar mendapatkan sesuatu yang khusus.
Contoh yang berkembang dimasyarakat : untuk masyarakat nelayan yang meyakininya ada waktu-waktu tertentu, mereka mengadakan ritual mempersembahkan kepala kerbau ke lautan dengan keyakinan ucapan terimakasih atas limpahan ikan yang telah diberikan atau agar penghasilan ikan mereka menjadi banyak. Dsb…..??
Shalat adalah sebuah aktivitas ritual juga, ritual keagamaan kita, keyakinan dan ketaatan kita.
Kepada siapa ? Kepada Allah.
Kenapa kepada Allah ?
· Kareana Allah telah meenyuruh kita untuk melakukannya, sebagaimana firmanNya
QS. AN NISA (4) 103
Artinya : Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman.
QS. THAHAA (20) 14
Atinya : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tiada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.
· Karena Kita meyakini bahwa Allah lah Pencipta kita berikut alam semesta ini dan segala isinya, dan hanya Allah lah Yang Maha Besar, Maha Perkasa dan Maha segalanya.
QS. YUNUS (10) 3
Artinya : Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa`at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
Untuk siapa ?
Disinilah hal yang penting untuk menyikapi aktivitas ritual shalat kita, bahwa shalat kita walaupun perintah Allah mutlak, tetapi seluruh hasil, akibat dan manfaatnya adalah untuk kita, Subhanallah !!
Kenapa dikatakan penting ? Karena tidak sedikit ritual shalat dilakukan tapi hanyalah sebuah rutinitas saja bukan kualitas ritual. Kita hanya memandangnya dari satu sisi saja yaitu shalat sebagai suatu kewajiban , sementara feetback/ manfaat dari shalat itu sendiri tidak kita kaji, tidak kita cari, kenapa shalat, untuk apa shalat, apa manfaat shalat, sehingga tatkala pemahaman feetbacknya untuk kita (keuntungan) tidak tergambar dalam pikiran kita, shalat menjadikan sesuatu yang memberatkan bagi pelakunya, karena kebanyakan dari kita tidak mengetahui dan merasakan ketinggian nilai dan kedudukan yang ada didalamnya.
Effek nya ?
Sering terbersit didalam perasaan kita dimana shalat terasa menjemukan, tidak membuat hati lebih enak disaat kita membutuhkan penolong untuk menyelesaikan perasaan yang gelisah. Atau lebih gamblang lagi, shalat tidak memiliki GREGET yang mampu mempengaruhi mental kita untuk menjadi lebih baik dan menyenangkan.
Apa faktor penyebabnya ?
· Doktrin yang mengakar di benak kita sejak pertama belajar shalat bahwa shalat adalah sebuah kewajiban titik, jika dilaksanakan mendapat ganjaran, jika tidak dikerjakan Allah marah. Jadi yang kita lakukan hanya agar terbebas agar Allah tidak marah, sehingga jika kita selesai shalat kita merasa telah terbebas dari sebuah beban yang begitu berat, dan kita sudah bangga telah melaksanakannya.
· Sejak kita mulai belajar shalat dimasa kecil, kita hanya disuruh menghafal bacaan dan gerakan-gerakan raka’at tanpa ruh , tidak diajarkan manfaat dan segala macamnya.
· Dan hingga kini kita sendiri tidak berusaha mencari tahu, cukup puas dengan apa yang sudah kita lakukan, tidak bertambah ilmunya.
Apa solusinya ?
· Tidak usah malu untuk mulai mencari tahu mengenai shalat dari sejarahnya, etikanya, sampai apa manfaatnya, pendeknya segala sesuatu yang berhubungan dengan shalat.
· Secara bertahap satu persatu mencoba mengartikan dulu apa yang kita baca dalam shalat. Setelah itu mencoba memahami apa yang terkandung didalamnya sehingga kita tahu maksud dari yang kita ucapkan yang pada akhirnya kita mampu menjiwainya.
· Membenahi gerakan-gerakan shalat seperti yang diajarkan Rasulullah SAW., kenapa ? karena gerakan itu sendiri sangat berpengaruh terhadap penjiwaan shalat kita, disamping manfaat yang tersembunyi dari setiap gerakan-gerakan itu. Subhanallah !!
· Shalatlah berjamaah ! Kita bisa melihat bagaimana orang lain shalat, kita bisa bertanya untuk hal-hal yang belum kita tahu dan kita pahami.
Kenapa kita butuh shalat ?
· Sebagai suatu pengabdian kepada yang menciptakan kita yaitu Allah SWT.
· Sebagai benteng pertahanan untuk meng-counter tipu daya syetan, yang selalu mengarahkan kepada hal-hal yang menjerumuskan kepada yang keji dan munkar.
QS. AL ANKABUT (29) 45
Artinya :
Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar…..
QS. AN NUUR (24) 21
Artinya :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar…..
· Untuk mengingat Allah, agar kita selalu merasa terawasi, dan merasakan Kebesaran, Kuasa Nya, Keagungan serta Maha Kasih dan Sayang Nya.
· Agar mempunyai sandaran hidup yang serba maha, karena shalat merupakan sarana ibadah untuk meminta tolong kepada Tuhannya sebagai tatacara formal yang diajarkan Allah.
Itulah shalat antara ritual dan kebutuhan, disatu sisi adalah sebagi ritual kewajiban yang sudah ditentukan waktunya, disisi lain kita membutuhkannya, karena memang segala effek dan manfaatnya ternyata untuk kita.
KESIMPULAN :
· Shalat adalah sebagai ritual ibadah yang wajib, pondasi amaliah, tiangnya agama, ibadah central yang menentukan ibadah kita lainnya. Cermati hadist dibawah ini :
Abdullah bin Qurath r.a berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, “ Yang pertama kali akan dihisab pada seorang hamba pada hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalannya. Dan jika shalatnya buruk, maka buruklah amalan-amalan yang lain ( HR.THABRANI )
· Seluruh manfaat shalat ternyata untuk kita semua, oleh karena itu kita membutuhkan shalat.
· Jangan terjebak oleh pemahaman klasik bahwa shalat hanya sebagai kewajiban belaka yang tidak ada manfaatnya untuk kita.
· Jangan berfikir bahwa shalat kita untuk Allah, Allah tidak butuh apa-apa dari kita, kitalah yang butuh Allah.
Dari beragai sumber
EARJuni2009

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer