Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Makna Ibadah

Selasa, 02 Juni 2009


Manusia diciptakan sebagai “ Manusia Ibadah “, inilah fitrah kita, sesuai Firman Allah dalam QS Ad Dzaariyat (51) 56 – 58. Artinya :
  • Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
  • Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
  • Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
Apa makna Ibadah ?
· Segala aktifitas kehidupan yang orientasinya ditujukan kepada Allah, untuk memperoleh ridlo Allah, Tuhan Semesta Alam. Bisa berbentuk apa saja, tidak hanya shalat, puasa, zakat dll, selama dikaitkan dengan tujuan untuk mendekatkan diri pada Allah dan mengikhlaskan ketaatan kepada Nya.
Dari ayat diatas : Jelas !
Bahwa ibadah adalah kebutuhan kita , bukan kebutuhan Allah
Kita lihat ayat berikutnya :
QS. Al Ankabut (29) 6
Artinya : Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
QS. Fathir (35) 15
Atinya : Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
Kenapa bukan untuk Allah ?
Karena Allah adalah Dzat yang Maha kaya, Maha Terpuji, tidak mjembutuhkan sesuatupun dari mahluknya.
Kenapa untuk kita ?
Agar hidup kita tidak gelisah, tercukupi kebutuhan dasarnya yang bakal membawa pada kebahagiaan. Karena ibadah itu sendiri adalah sebuah aktivitas yang menghasilkan kebahagiaan bagi yang menjalaninya, tentu jika sesuai aturan Sang Pencipta Aturan yaitu Allah SWT.
Kenapa kita telah melakukan ibadah tapi tidak bahagia ?
Karena dalam preakteknya kita merasa ibadah itu bukan kepentingan kita, melainkan sebuah kewajiban yang mau tidak mau harus kita jalankan, jika tidak Allah akan marah, sehingga yang terasa kita terbebani, melakukannya dengan terpaksa hanya sebagai gugur kewajiban saja dan tidak dapat merasakan kenikmatan yang terkandung dalam ibadah itu sendiri, karena ketika mau menjalankan ibadah kita tidak menemukan formula untuk menyadarkan pemahaman pikiran kita bahwa ibadah itu adalah untuk kita, kebutuhan kita.
Untuk mereka yang telah menemukan pemahamannya, dengan beribadah akan memperoleh rasa tentram, damai dan bahagia.
Kenapa ?
· Karena ia telah bertemu dengan tempat bersandar yang sangat kuat dan kokoh yang selalu mendampinginya dalam setiap masalah, Yang maha Bijak, maha Pintar, Maha Perkasa, sekaligus tempat curhatnya dari segala permasalahan ( bukanlah dunia ini adalah aliran permasalahan ?), semakin sering beribadah semakin dekat dengan sumber kekuatan itu
QS. YUNUS (10) 106. Artinya :
Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa`at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".
Beribadah sebenarnya bukanlah bertujuan untuk mengejar pahala, tetapi sebagai training/latihan untuk mencapai sesuatu yang perlu diraih.
Apa ?
Yaitu derajat TAQWA ( kesejatian diri yang bersih sehingga menghasilkan manusia yang mampu menjalankan kehidupannya dengan murni )
Begitupun dengan ibadah yang bersifat khusus seperti shalat, puasa, zakat, haji, semuanya berada dalam bingkai pemahaman yang sama yaitu bukan untuk kepentingan Allah tapi untuk kepentingan manusia sendiri.
Kesimpulan :
  1. Manusia diciptakan sebagai mahluk ibadah yang terkait dengan Allah sang pencipta.
  2. Ibadah yang kita jalani seluruhnya untuk kepentingan kita sendiri bukan untuk Allah.
  3. Seluruh petunjuk dan perintah Allah dalam Al Qur’an , semuanya demi kebaikan dan keselamatan kita sendiri sebagai mahluknya, di dunia dan di akhirat, yang diberikan berdasarkan Kasih Sayang dan sifat Maha PemurahNya untuk kebahagiaan manusia
  4. Orang sering melakukan ibadah hatinya akan damai, tentram dan bahagia, karena dia dekat dengan sumber kekuatan yang tiada terkira. 


Dari berbagai sumber
EARJuni 2009

2 komentar:


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer