Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Konsep Kebahagiaan

Selasa, 02 Juni 2009


Konsep dasar dari keseimbangan dan keharmonisan diseluruh penjuru alam ini adalah 'MEMBERI', bukan menuntut. Tuntutan menyebabkan ketegangan dan ketidak seimbangan, sedangkan pemberian atas kebutuhan pihak lain akan menyebabkan kebahagiaan dan keharmonisan, apalagi jika disertai dengan 'rasa kasih sayang'. jadilah orang yag penuh kasih sayang, segala pikiran dan tindakan kita didasari oleh niatan tulus untuk 'MEMBAHAGIAKAN' bukan menuntut dan memburu kebahagiaan diri sendiri.
Ketulusan untuk memberikan yg terbaik kpd pihak lain, itulah yg menjadi tujuan utama dari agama Islam, 'WA MAA ARSALNAAKA ILLA RAHMATAN LIL 'ALAMIIN' ,dan tidak Kami utus engkau (Muhammad) kecuali untuk menebarkan kasih sayang terhadap seluruh alam.
Seluruh benda di alam ini sedang memberikan miliknya' yang terbaik dengan penuh keikhlasan, planet2, bintang, galaksi dan benda2 langit sedang memberikan gaya gravitasinya untuk membangun keseimbangan. Matahari memberikan cahaya dgn mengorbankan dan membakar dirinya, udara dan atmosfer sedang memberikan gas2 terbaiknya untuk digunakan pada proses kehidupan dimuka bumi. Pepohonan berbuah dan berbunga memberikan miliknya yang paling berharga untuk kehidupan manusia, air mengalir dari sumbernya menuju laut lewat sungai yg berliku, juga dlm rangka memberikan pengabdian kpd seluruh kehidupan di muka bumi. Lebah memberikan madunya, sapi perah memberikan susunya, Tanaman sayur2an memberikan dedaunannya, Samudera memberikan seluruh potensinya, mulai dari berbagai macam jenis ikan, mutiara, tambang sampai minyak lepas pantai. Pokoknya seluruh yg ada di alam semesta sedang memberikan miliknya yg terbaik dgn penuh kasih sayang 'Rahmatan lil 'Alamin', tidak ada yg menuntut, semuanya 'MEMBERI' , Yang diberi hanya memanfaatkan sesuai kebutuhannya,karena keinginannya memang bukan diberi tapi memberi, kalaupun dia menerima, itupun diorientasikan untuk diberikan kembali, maka terjadilah keseimbangan dan keharmonisan abadi. Yang seringkali merusak adalah manusia. Kita jarang memberi, tetapi malah menuntut, maka seluruh mekanisme alam jadi terbebani, menjadi tegang, lantas muncul ketidakseimbangan, karena tuntutan seringkali lebih besar dari mekanisme keseimbangan yg ada.
Jadi jika ingin terjadi keseimbangan dan keharmonisan didalam diri kita khususnya, banyaklah 'MEMBERI' dengan keikhlasan penuh kasih sayang, jangan banyak 'MENUNTUT'.


sumber : Dzikir Tauhid, Agus Mustofa, penerbit PADMA press

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer