Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Ka'bah (Sejarah Mekah)

Kamis, 18 Juni 2009

Nama-nama Ka’bah dalam Al-Qur’an
Selain sebutan ‘Ka’bah’ itu sendiri, Al-Qur’an menyebutnya dalam berbagai nama, diantaranya :
Al-Bait’, ‘Baitullah’, ‘Al-Bait Al-Haram’, ‘ Al-Bait Al- Atiq, dan 'Qiblat’.

1. Ka,bah.
Qs.. Al-Maidah 5:97 (“Allah telah menjadikan Ka’bah, Rumah Suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia …”)

Dinamakan dengan ‘Ka’bah’ karena beberapa sebab ;
(a) bentuknya yang persegi empat, dimana pada umumnya orang Arab menyebut setiap rumah berbentuk segi empat dengan Ka’bah,
(b) karena ketinggiannya dari tanah,
(c) karena bangunan yang terpisah dari bangunan lainnya.


2. Al-Bait (Rumah).
Qs. Alu Imran 3:96 (“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat) beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang di berkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”)
Terdapat juga dalam ayat-ayat lain; Qs.Alu Imran 2:97, Al-Anfal :35, Al-Hajj :26 serta Quraisy :3.



Rasulullah Saw. pernah ditanya oleh seseorang : “Masjid apakah yang pertama kali dibangun di muka bumi ini ?” Rasulullah menjawab : “Masjidil Haram”.
“Setelah itu Masjid mana lagi ?”. Rasulullahpun menjawab lagi : “Masjidil Aqsha”.
Kemudian Ali bin Abi Thalib menimpalinya : “Tadinya hanya rumah biasa, namun ia merupakan rumah pertama yang dibangun untuk beribadah kepada Allah.”


3. Baitullah (Rumah Allah). Allah menisbatkannya kepada Dzat-Nya sendiri.
Qs.Al-Baqarah 2:125. (“Dan (ingatlah), ketika kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah kami perintahkan kepada Ibwahim dan Ismail : “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang I’tikaf, yang ruku’, dan yang sujud.”)
Disebutkan pula dalam Qs. Ibrahim :37 dan Al-Hajj :26. Alqurthubi menegaskan bahwa menisbatkan rumah (Ka’bah) kepada diri-Nya sendiri adalah dalam rangka mengagungkan dan memuliakan-Nya, yaitu nisbatnya makhluk kepada penciptanya.

4. Al-Bait Al Haram ( Rumah Suci)
Qs..Al-Maidah 5:97 (“Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia..”)
Diriwayatkan juga dalam Qs.Al-Maidah 5:2, menurut Ibn Al-Jauzi, dinamakan dengan ‘Haram’ karena adanya larangan berburu dan mencabut pepohonan di dalamnya, sehingga kesuciannya terjaga. Dan kesuciannya itu meliputi seluruh tanah suci.


5.Al-Bait al-Atiq (Rumah Pusaka)
Qs.Al-Hajj 22:29, (“Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka, menyempurnakan nazar-nazar, dan hendaklah mereka melakukan thawaf di sekeliling Rumah Tua itu (Baitullah).
Diriwayatkan juga dalam Qs.Al-Hajj 22:33. Dinamakan demikian karena merupakan rumah pertama di muka bumi yang dibangun untuk menyembah Allah, dan karena Allah telah menyelamatkannya dari bencana banjir.Bisa juga dimaknai sebagai rumah bebas, karena tidak pernah ada orang yang mengaku memilikinya, kecuali Allah semata. Sehingga barang siapa berniat menghancurkannya, maka Dia sendirilah yang akan membinasakannya. Selain itu “al-Atiq” juga mengandung makna bahwa didalamnya Allah membebaskan (yu;tiq) orang-orang dari adzab-Nya.

6. Qiblat.
Qs. Al-Baqarah 2:144, (“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai…”)


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer