Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

BAB VI – Tempat Tempat Bersejarah Lain (Sejarah Mekah)

Kamis, 05 April 2012

Maulid Nabi Saw
Yang dimaksud dengan Maulid Nabi Muhammad Saw ialah tempat kelahiran beliau Saw. Tempat tersebut sekarang telah menjadi perpustakaan umum. Dulu, di tempat kelahiran Nabi tersebut dibangun masjid oleh al-Khaizuran, yaitu ibu dari Khalifah Harun al-Rasyid pada Dinasti Abbasiah. Kemudian dihancurkan dan dibangunlah perpustakaan umum oleh Syaikh Abbas Qatthan pada tahun 1370 H/1950 M dari hartanya sendiri. Letaknya di sebelah Timur halaman Timur Masjidil Haram, dan tertulis disana, “Maktabah Makkah al-Mukarramah” (Perpustakaan Mekah al-Mukarramah).

Gua Hira (Ghar Hira)
Terletak di sebelah Timur laut Masjidil Haram di puncak Jabal Nur, atau bias disebut juga dengan Jabal Hira. Tingginya dari permukaan laut sekitar 621 m, sedangkan dari permukaan tanah kira-kira 281 m. Untuk mendaki sampai ke puncaknya dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Di sana Rasulullah Saw menyendiri dan beribadah sebelum diangkat menjadi Nabi
Gua tersebut sebenarnya tidak terlalu besar. Pintu Guanya menghadap ke Utara, dan jika ingin ke sana harus melewati jalan diantara dua batu yang lebarnya sekitar 60 cm. Panjang Gua hanya 3 m, sedangkan lebarnya tidak menentu, tetapi paling besar ialah 1,30 m, dengan ketinggian 2 m. Jadi luas Gua Hira kira-kira cukup untuk shalat dua orang, sementara di bagian kanan Gua terdapat teras dari batu yang hanya cukup digunakan shalat untuk seorang dengan duduk.


Gua Hira inilah tempat dimana Malaikat Jibril As datang kepada Nabi Saw dengan membawa wahyu pertama, (“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan’) (Qs. Al-‘Alaq/96:1). Kemudian Nabi melihat Jibril As dekat dengan Hira, dan suatu saat gunung tersebut berseru ; “tinggallah di Hira sini…” sebagaimana diriwayatkan dalam hadits.

Sumber : Buku Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer