Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Arafah (Sejarah Mekah)

Sabtu, 24 Maret 2012

Dinamakan dengan Arafah karena, Adam dan Hawa bertemu dan saling mengenal kembali (dalam bahasa dikatakan ta’aruf, seakar dengan kata Arafah, -penj) pertama kalinya di sana. Atau karena disana pula Jibril as. Mengajari ( dalam bahasa arab arrafa –penj) Ibrahim as tentang manasik haji. Setelah itu Jibril bertanya kepada Ibrahim, “Sudah mengertikah engkau ?” Ibrahim as menjawab “ Yaa, aku sudah mengerti (dalam bahasa Arab Ibrahim menjawabnya dengan kalimat “arraftu” –penj). Sedangkan menurut Ibnu Abbas ra. dinamakan Arafah karena disanalah manusia mengakui (dalam bahasa Arab disebut “yaa tarifun” – penj) dosa dan kesalahannya.

Arafah merupakan salah satu masy’ar di luar batas tanah suci, yang terletak di sebelah Tenggara Masjidil Haram dalam jarak kurang lebih 22 km. luasnya kira-kira 10,4 km2 , terdapat rambu-rambu di sepanjang jalan yang menandai batas-batas Arafah. Disanalah para jemaah haji berkumpul untuk melaksanakan Wukuf pada tanggal 9 Dzul Hijjah, dan shalat Zhuhur dan Asar jama’ taqdim dengan satu adzan dan dua kali iqamat, sambil senantiasa melantunkan do’a-do’a kepada Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, “Haji itu ialah Arafah”, “Dan setiap bagian tanah Arafah ialah sah untuk Wukuf”

Arafah ini dalam al-Qur’an disebutkan (“Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram”) Qs. Al-Baqarah/2: 198.
Disanalah turun ayat , “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam itu jadi agamamu.” Qs. Al-Maidah/5 : 3. Menurut Umar ra, bahwa dirinya pernah dating ke Arafah, sedangkan Rasulullah masih di sana.

Di Arafah juga terdapat Bukit Rahmah (Jabal Rahmah) dan padang luas tempat Nabi Saw pernah wukuf di situ pada hari Arafah. Di sana Nabi Saw pernah bersabda, “Aku telah Wukuf di sini, dan Arafah seluruhnya ialah tempat untuk melaksanakan wukuf.”

Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia senantiasa berusaha keras dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan para jemaah haji, misalnya dengan membangun dan memperluas jalan-jalan, melengkapinya dengan persediaan air bersih, serta pelayanan kesehatan dan keamanan. Jalan tersebut menghubungkan antara Muzdalifah dengan Arafah dengan Sembilan jalan panjang yang setiap jalannya terbagi menjadi tiga bagian.

Begitu pula pihak Kerajaan membuat jalan lingkar di Arafah, serta menyediakan tempat baru bagi pemberhentian bus-bus di pinggir-pinggir Arafah untuk memperluas tempat pemeberhentian jemaah haji darat yang telah ada sebelumnya, yang luas seluruhnya mencapai 240 ribu m2, disamping tempat pemberhentian bus untuk jemaah haji local dengan luas 250 ribu m2.

Pada tahun 1414 H telah selesai pembangunan proyek penyejuk udara di komplek Masjid Namirah dan bukit Rahmah, yaitu dengan cara menyemprotkan air ke berbagai penjuru dengan mesin pompa berkekuatan 140 m3 per jam. Begitu pula di Arafah telah di tanam sekitar 100 ribu pohon untuk menciptakan kesejukan dan mengurangi sengatan panas matahari.

Sumber : Buku Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer