Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Tiang Jumrah (Sejarah Mekah)

Jumat, 18 November 2011


Tiang yang terdapat di Jumrah ialah untuk menandai tempat munculnya setan yang kemudian dilempar kerikil oleh Ibrahim as. Adapun bundaran berbentuk seperti kolam, baru diperbaharui setelah tahun 1292 H untuk mengurangi kepadatan manusia, memperluas tempat pelemparan jumrah sekaligus agar batu-batu kerikil dapat dikumpulkan dalam satu tempat.

Sedangkan mengapa pada jumrah aqabah bundaran kolamnya hanya setengah lingkaran, hal itu disebabkan bahwa dahulunya tempat tersebut menempel ke dinding bukit kecil yang tingginya hanya beberapa meter saja dengan panjang kira-kira 100m.

Setelah bukit tersebut dihilangkan, tersisalah bundaran setengah lingkaran hingga kini. Orang yang ingin melempar jumrah aqabah melakukannya dari arah bundaran yang terbuka.
Mengingat semakin bertambahnya jumlah jemaah haji, maka dibangunlah lantai atas untuk melempar jumrah, yaitu setelah tahun 1383 H, yang dikenal dengan sebutan jembatan jumrah (jusur al-Jamarat), dan telah mengalami perluasan berkali-kali.

Jarak antara jumrah al-‘aqabah dengan al-wustha sekitar 247m, sedangkan antara al-wustha dengan al-sug
hra sekitar 200m.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer