Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Cabut Gigi, Diabetes dan Gigi Goyang

Jumat, 04 Maret 2011

(Kiriman dari Drg. Made Kusumadewi)

Pukul 10.30 wib datang seorang ibu dan anak perempuannya ke tempat saya bertugas, di sebuah Pusat Kesehatan Masyarakat yang terletak di salah satu kecamatan pinggiran kabupaten Tangerang. Saat namanya dipanggil oleh seorang siswa yang sedang PKL di puskesmas kami, ibu itu masuk dan dengan sopannya memberi salam pada kami. Setelah menjawab salamnya, teman sejawat saya mempersilahkan ibu tersebut masuk dan duduk di kursi gigi.

Sesaat kemudian teman sejawat saya bertanya,

“Kenapa giginya, Bu?”

Belum ibu itu menjawab, saya sempatkan melirik rekam medisnya. Hanya ada data pribadi karena ibu tersebut baru pertama kali berkunjung ke Puskesmas kami. Hj. Rosmalani, usia 50 tahun. Itu sebagian data yang tertera pada rekam medisnya.

“Dok, saya ingin cabut gigi. Bisa, kan?” tanya ibu Rosmalani.

“Kenapa mau dicabut, Bu?” Teman sejawat saya yang memeriksa beliau kembali bertanya.

“Pada sakit Dok. Pada goyang,” sang ibu menjawab singkat.

“Saya periksa dulu ya Bu?” teman sejawat saya menimpali.

Setelah diamati, gigi geliginya banyak yang goyang. Teman sejawat saya pun kembali bertanya,

“Apa ada riwayat kencing manis, Bu?”

Awalnya ibu Rosmalani diam saja. Tapi anak gadisnya yang bernama Sarah menjawab,

“Iya Dok. Ibu diabetes”.

Kemudian Sarah bertanya pada saya dan teman sejawat saya,

“Dok, kenapa gigi ibu banyak yang goyang padahal tidak berlubang?. Apa ada hubungannya dengan Diabetes?”

Teman sejawat saya mengangguk. Saya melemparkan senyum dan anggukan, pada Sarah putri ibu Hj. Rosmalani.

******************

Sengaja saya ulang di sini percakapan singkat kami dengan tamu kami siang tadi. Saya hanya ingin sedikit berbagi dengan para sahabat di sini. Saya ingin sedikit mengulas pertanyaan putri ibu Rosmalani.

Saya kutip kembali pertanyaannya,

“Dok, kenapa gigi ibu banyak yang goyang padahal tidak berlubang? Apa ada hubungannya dengan Diabetes?”

Buat saya itu pertanyaan bagus sekali. Kami pun sarankan ibu Rosmalani periksa gula darahnya di laboratorium. Dan hasilnya memang benar. Gula Darah Sesaat (GDS) ibu Rosmalani lebih dari 250 mg/dl.

**************

Diabetes mellitus adalah salah satu penyakit kronis yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Kalangan tertentu menyebutnya sakit kencing manis. Penyakit ini terjadi karena berkurangnya kadar hormon insulin dalam darah yang dihasilkan oleh pankreas sehingga kadar gula dalam darah menjadi tinggi.

Penderita diabetes memiliki gejala yang khas dan mudah dikenali, antara lain:

Poliuria (sering buang air kecil, biasanya malam hari lebih dari 3x)
Polidipsi (sering merasa haus sehingga banyak minum)
Polipaghia (sering merasa lapar)
Lemas
Berat badan yang menurun tanpa sebab.


Pengaruh diabetes terhadap “gigi goyang”.

Gigi goyang yang terjadi pada gigi geligi disebabkan oleh beberapa faktor. Bisa karena gusi yang menurun karena usia lanjut, kerusakan jaringan penyangga gigi atau penyakit diabetes mellitus.

Saat seseorang memiliki riwayat diabetes mellitus, maka pada usia 40 tahun ke atas sering mengalami kasus gigi goyang, disebabkan oleh infeksi dan peradangan yang mudah sekali terjadi.

Infeksi dan peradangan tersebut disebabkan karena imunitas selular dan hormonal penderita diabetes yang menurun, fungsi leukosit terganggu serta kadar gula dalam darahnya tinggi.

Infeksi yang terjadi di rongga mulut juga menyebabkan kerusakan pada jaringan penyangga gigi dan kerusakan tulang alveolar yang cukup cepat sehingga mengakibatkan gigi penderita diabetes mudah goyang.

Apabila ingin dilakukan pencabutan gigi, harus diperhatikan kadar gula darahnya. Karena jika dalam keadaan gula darah sesaatnya tinggi dilakukan pencabutan, dikhawatirkan terjadinya komplikasi pasca pencabutan gigi yaitu perdarahan.

Sedikit saran untuk semua sahabat, ada baiknya jika orangtua atau keluarga kita ada yang memiliki riwayat diabetes mellitus. Hendaknya periksa gula darahnya terlebih dahulu sebelum melakukan pencabutan pada giginya. Dan jika gula darah Sesaat (GDS) lebih dari 140mg/dl, sebaiknya pencabutan gigi ditunda hingga GDS kurang dari 140mg/dl. Konsultasikan ke dokter penyakit dalam untuk membantu mengurangi kadar gula darahnya.

sekedar berbagi ^_^




catatan : untuk konsultasi langsung dengan Drg. Made Kusuma Dewi silahkan kunjungi : http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/03/cabut-gigi-diabetes-dan-gigi-goyang/

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer