Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Perluasan Masjidil Haram Sepanjang Sejarah (Sejarah Mekah)

Senin, 28 Februari 2011

1. Perluasan Umar ibn Khattab ra. 17 H / 639 M
2. Perluasan Utsman ibn Affan ra 26 H/ 648 M
3. Perluasan Abdullah ibn Zubair ra. 65 H/ 685 M
4. Perluasan almarhum Al-Wahid ibn Abdul Malik 91 H/ 709 M
5. Perluasan almarhum Abu Ja’far al-Manshur al-Abbasi 137 H/ 755 M
6. Perluasan almarhum Muhammad al-Mahdi al-Abbasi 160 H/ 777 M
7. Perluasan almarhum Al-Mu’tadlid al-Abbasi 284 H/ 897 M
8. Perluasan almarhum Al-Muqtadir al Abbasi 306 H/ 918 M
9. Perluasan almarhum Raja Abdul Aziz 1375 H/1955 M
10. Perluasan Raja Fahd 1409 H/ 1988 M

Berikut ini akan dijelaskan secara singkat perluasan pada masa Umar ibn Khattab dan Al-Mahdi mengingat pentingnya, juga keterangan hal-2 tertentu dalam pembangunan pada masa al-Utsmani dan perluasan pertama dan kedua

Perluasan pada Masa Umar ibn al-Khattab

Tidak terdapat dinding atau tembok pada masa Nabi SAW, maupun pada masa Abu Bakar ra. Sekelilingnya diliputi halaman. Dan pada masa Umar ra. Dirasa oleh penduduk semakin sempit, maka ia lalu membeli halaman untuk memperluas Masjidil Haram. Ketika ada sebagian orang berusaha mencegah jual-beli tersebut, Umar berkata, “Kalian semua memang diturunkan di Ka’bah, tetapi Ka’bah tidak diturunkan untuk kalian, melainkan karena keabadiannya.”
Kemudian, uang untuk membayar harga halaman tersebut dikumpulkan di lemari Ka’bah, lalu diambilnya. Umar lah orang pertama kali memberi dinding atau tembok di sekeliling Masjidil Haram, membuat pintu-pintunya, dan melapisi lantai tempat thawaf dengan batu-batu kerikil.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer