Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Sumur Zam-zam (Sejarah Mekah)

Rabu, 10 November 2010

Suatu ketika, Ibrahim as. beserta Ismail as. dan ibunya, Hajar, datang ke Mekah. Lalu Ibrahim meninggalkan keduanya, dan membekalinya dengan air dan kurma.
Kemudian setelah beberapa lama, persediaan air mereka habis. Maka naiklah Hajar ke bukit Shafa dengan harapan barangkali dapat melihat seseorang untuk menolongnya.
Namun ia tidak melihat seorang pun. Maka larilah Hajar ke bukit Marwa dengan tujuan yang sama., tetapi ia pun tidak melihat seseorangpun. Demikianlah Hajar bolak-balik antara Shafa dan Marwa sehingga sampailah pada putaran ke tujuh ketika akhirnya ia mendengar sebuah bunyi, yang ternyata bunyi Malaikat yang sedang mengepakkan sayapnya. Maka muncullah mata air.

Dari situlah Hajar minum, dan menyusui anaknya, Ismail as. Kemudian datanglah ke Mekah suatu kabilah dari Yaman yang dikenal dengan sebutan “Jurhum”, dan menetap disana. Ketika kesucian Ka’bah mulai tercemari (oleh kemusyrikan), maka mata air Zam-zam pun ikut mengering dan sumurnya ikut tenggelam, sehingga tidak diketahui oleh seseorangpun selama beberapa abad.

Suatu malam, Abdul Muthalib (kakek Nabi SAW.) bermimpi. Dalam mimpinya ia didatangi oleh suara gaib yang menyuruhnya untu menggali Zam-zam kembali, yang sebetulnya berada persis di tempat sumur Zam-zam semula. Setelah di gali, maka keluarlah air.

Abdul Muthalib lalu membolehkan siapa saja minum dari mata air tersebut. Dengan demikian, Abdul Muthalib-lah yang berhak memberi minum, kemudian Abbas ibn Abdul Muthalib, yang kemudian ditetapkan lagi oleh Nabi sendiri pada hari Pembabasan Mekah.( Akhbar makkah li al-Azraqy, 2/42,65 ; Syifa’ al-Gharam, 1/247)

Dahulu kala air Zam-zam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga kran-kran yang ada disekitar sumur zam-zam.


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer
(dikutip langsung tanpa penambahan dan pengurangan)

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer