Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Maqam Ibrahim (Sejarah Mekah)

Jumat, 01 Oktober 2010

Secara kebahasaan, "al-maqam” berarti tempat kaki berpijak. Dan Maqam Ibrahim ialah batu yang dibawa oleh Ismail as ketika pembangunan Ka’bah yang digunakan untuk berdiri oleh Ibrahim as. Diatas batu itulah, Ibrahim membangun Ka’bah dengan tangannya sendiri, yang batu-batuannya dibawakan oleh Ismail as. Setiap kali batuan bertambah tinggi, batu tempat Ibwahim berdiri (Maqam Ibrahim) pun ikut naik.


Keutamaan Maqam Ibrahim.

Diantara keutamaan Maqam Ibrahim ialah :

Pertama, dijadikannya sebagai tempat shalat. Ini
menunjukkankeutamaan dan kemuliaan Maqam Ibrahim. Dalam al-Qur’an disebutkan (“Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat”). Qs. Al-Baqarah/2:125.

Juga sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir ra mengenai sifat haji Nabi SAW, bahwa “Ketika sampai di Ka’bah bersama Rasulullah SAW, beliau langsung mencium rukun Hajar Aswad, kemudian berlari-lari kecil tiga putaran, dan (selebihnya) yang empat putaran dengan jalan biasa. Lalu beliau ke Maqam Ibrahim dan membaca (“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat”), dan menjadikannya berada diantara dirinya dan Ka’bah “ (Shahih Muslim, al-Hajj (1218)).

Kedua, merupakan batu dari surga. Rasulullah SAW bersabda bahwa Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim ialah batu-batuan dari surga, seandainya Allah tidak melenyapkan cahaya keduanya, niscaya ia akan menerangi Timur dan Barat seluruhnya. Sementara dalam riwayat dari al-Baihaqi disebutkan , seandainya bukan karena dosa dan kesalahan anak cucu Adam, maka keduanya mampu menerangi Timur dan barat.

Ketiga, tempat dikabulkannya do’a. Menurut Hasan al-Basri dan ulama-ulama lainnya, do’a di belakang Maqam Ibrahim akan dikabulkan.


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer