Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Talang Air (Sejarah Mekah)

Sabtu, 14 November 2009


Terletak dibadian atas Ka'bah, tepat di atas Hijir Ismail. Talang air ini dibuat untuk maksud memperlancar peredaran air atap Ka’bah ketika proses pencucian maupun guna mengantisipasi genangan air akibat hujan.

Kaum Quraisylah yang pertama kali membuatnya, bersamaan dengan dibangunnya atap Ka’bah (sebelum direnovasi kembali oleh Quraisy, Ka’bah tidak beratap)
Menurut sebagian ulama salaf bahwa do’a dibawah talang air merupakan do’a Mustajab.
(Ket.gambar: Talang Air Ka'bah)



Diperbaharui kembali pada tahun 1417 H berdasarkan ukuran aslinya sebagaimana yang dihadiahkan Sultan Abdul Majid Khan al-utsmani tahun 1273 H.
Dibagian depan tertulis “Bismillahirrahmanirrahim – ya Allah” (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang – Yaa Allah).

Sedangkan disisi kirinya tertulis, “Jaddada hadza al-Mizab Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fadh ibn Abdul Aziz Ali Sa’ud, Maliku al-Mamlakat al ‘Arabiyyah al-Saudiyyah” (Talang ini diperbaharui oleh Pelayan Dua Tanah Suci, Raja Fahd ibn Abdul Aziz dari keluarga Sa’ud, Raja Arab Saudi).

Sementara dibagian atasnya ditanam paku-paku kecil agar burung-burung tidak dapat hinggap diatasnya.
Talang ini dilapisi emas (sehingga sering disebut “Talang Emas”)

Panjang keseluruhan : 2,53m
Bagian yang tertanam
di dinding Ka’bah : 58 cm
Panjang Talang : 1,95 m
Tinggi : 23 cm
Lebar : 26 cm


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer