Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Sejarah Masjid Nabawi

Kamis, 02 Juli 2009

Keutamaan Masjid Nabawi

Masjid Yang Didirikan Atas Dasar Taqwa
Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
Allah berfirman, (“ Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat didalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah mentukai orang-orang yang bersih.”) Qs. At-Taubah 9:108

Para ulama berselisih pendapat mengenai penafsiran ayat ini dan mengenai penentuan masjid manakah yang didirikan atas dasar taqwa sebagaimana dimaksud dalam ayat tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa yang dimaksud tidak lain adalah Masjid Nabawi, yaitu pendapat Ibnu Umar, Zaid Ibn Tsabit dan Sa’id Ibn al-Musyyib.

Muslim meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahwasanya ia berkata,”Aku datang kepada Rasulullah Saw ketika beliau sedang di salah satu rumah istrinya, dan aku katakana, ‘wahai Rasulullah, masjid manakah yang dibangun atas dasar taqwa ?” Beliau berkata, lalu mengambil segenggam kerikil kemudian memukulkannya ke tanah, lalu berkata,” Yaitu masjid kalian ini”(Masjid Madinah)

Sedangkan pendapat kedua menyatakan bahwa yang dimaksud adalah Masjid Quba, yaitu pendapat Ibn Abbas, Al-Hasan, Qatadah, al-Sya’bi dan al-Dlahhak.

Sementara pendapat ketiga menyebutkan bahwa kedua-duanya dibangun atas dasar ketaqwaan, maka surat at-Taubah itu memaksudkan kedua buah masjid, adapun pernyataan Nabi Saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri diatas, bahwa masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan adalah Masjid Nabawi, hal tersebut dinyatakan agar tidak dipahami bahwa ayat-ayat itu khusus diturunkan untuk mensifati Masjid Quba saja.

Al-Samanhudi (wafat tahun 911H), bahwa baik Masjid Nabawi ataupun Masjid Quba keduanya bisa dikatakan sebagai masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan sejak peletakan fondasi pertamanya, dan kedua masjid inilah yang dimaksudkan dalam ayat tersebut, tetapi mengapa Nabi Saw ketika ditanya justru menjawab bahwa Masjid Nabawilah yang dimaksudkan ? Jawaban Nabi Saw itu sebenarnya adalah untuk menghilangkan kesan atau kesalahpahaman si penanya, yang membatasi maksud ayat hanya pada Masjid Quba saja, maka disebutlah Masjid Nabawi untuk menghilangkan kesan itu, sekaligus mengingatkan penanya akan keistimewaan dan keutamaan Masjid Nabawi”.

Keutamaan Belajar Mengajar di Masjid Nabawi

Mendalami ilmu agama adalah ibadah yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, keutamaannya menjadi berlipat ganda apabila dilakukan di Masjid Nabawi. Sebuah riwayat dari Abu Hurairah menjelaskan, dia berkata, “ aku mendengar Rasulullah Saw bersabda; “ Barang siapa mendatangi masjidku untuk suatu kebaikan, mempelajarinya dan menularkannya, maka dia seperti seorang yang berjihad di jalan Allah, sedangkan orang yang mendatanginya dengan niat lain, maka dia itu seperti tertegun pada kekayaan orang lain.”

Ada riwayat lain, yaitu dari Abu Umamah al-Bahili, dari Nabi Saw, Beliau bersabda,”Barang siapa yang pergi ke Masjid Nabawi untuk mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka dia akan mendapatkan pahala haji sempurna.”

Keutamaan Shalat di Masjid Nabawi.

Sebagian Riwayat menyebutkan, bahwa shalat di Masjid Nabawi seperti seribu kali shalat di masjid lainnya, bahkan lebih utama (afdlal). Jika dihitung maka sekali shalat didalamnya melebihi 6 bulan shalat di masjid lain. Ibn Umar ra, meriwayatkan dari Nabi Saw, beliau bersabda; “Shalat di masjidku ini lebih utama dari seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.” (muttafakun alaihi)

Para ulama ketika menjelaskan hadits tersebut menyebutkan banyakpembahasan, disini akan diringkas yang terpenting saja. Yaitu kesepakatan ulama bahwa, keutamaan shalat di masjid Rasulullah Saw, terletak pada pahalanya, tidak termasuk qadla’ atau mengganti shalat, kemudian dia shalat di Masjid Nabawi, maka berarti dia tetap baru menyelesaikan satu shalat saja. Mengenai hal ini tidak ada perselisihan pendapat diantara para ulama

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi ; Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer