Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Mekah Dalam Al-Qur'an (Sejarah Mekah)

Jumat, 12 Juni 2009



Mekah dalam Al-Qur’an
  1. Makkah ( Qs. Al-Fath/48 : 24 )
“Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Makkah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka.“
  1. Bakkah ( Qs.Alu Imran/3 : 96 )
Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”
Ada empat pendapat mengenai ‘Bakkah’, (1) Bagian bumi dimana terdapat Ka’bah, (2) sekitar Baitullah (3) Masjidil Haram dan Ka’bah, karena ‘Makkah’ ialah nama untuk daerah Haram (daerah suci) seluruhnya, dan (4) ‘Bakkah’ atau ‘Makkah’ sama saja.
  1. Ummul Qura (Perkampungan Tua)
    • Qs. Al-An’am/6 :92. “Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang disekitarnya.”
    • Qs. Al-Syura/42:7 “Demikianlah kami wahyukan kepadamu Al-Quran dalam bahasa arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.”
  2. Al-Balad (Negeri)
    • Qs. Ibrahim/14:35. “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata ‘Ya Tuhanku, jadikanlah Negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
    • Qs. Al-Balad/90:1-2 “ Aku benar-benar bersumpah dengan Kota ini (Mekah) . Dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini.”
  3. Al-Balad Al-Amin ( Negeri yang Aman) Qs. At-Tin/ 95 : 3. “ Dan demi Kota (Mekah) ini yang aman.” Menurut Ibn al-Jauzi bahwa orang yang merasa rakut pada masa jahiliyah dan pada masa Islam akan aman berada dalam Mekah, dan orang Arab jika mengatakan kepada sesuatu yang dapat memberikan keamanan, menyebutnya ‘Al-Amin’
  4. Al-Baldah (Negeri) Qs. Al-Naml/ 27/ : 91 “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan Negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya lah segala sesuatu dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” Menurut Ibn. Al-Jauzi, Al-Baldah dalam ayat tersebut ialah Mekah.
  5. Haram Amin (Tanah Suci yang Aman)
    • Qs. Al-Qashash/28:57 Dan mereka berkata : “Dan jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kamu”. Dan apakah kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ketempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rejeki (bagimu) dari sisi Kami ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
    • Qs.Al-Ankabut/29:67 “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya kami telah menjadikan (negeri mereka) Tanah Suci Yang Aman, sedang manusia sekitarnya rampok merampok.Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah.”
  6. Wad Ghairu Dzi Zar’in ( Lembah yang gersang) Qs. Ibrahim/14:37. “Ya Tuhan kami , sesungguhnya kami telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang di hormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. Menurut Ibn. AlJauzi, dahulu di Mekah tidak ada tanaman dan air.
  7. Ma’ad (Tempat Kembali) Qs. Al-Qashash/28:85 “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hokum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengendalikan kamu ke tempat kembali.” Menurut Ibnu Abbas, tempat kembali yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah Mekah.
  8. Qaryah (Negeri/Kampung) Qs. Muhammad/47:13 “ Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolongpun bagi mereka.” Yang dimaksud negeri Muhammad menurut Ibn Al Jauzi adalah Mekah.
  9. Al-Masjid Al—Haram, digunakan dalam empat pengertian :
a. Ka’bah. Dalam surat Al-Baqarah banyak yang disebutkan, diantaranya ; (“…. Maka hadapkanlah wajahmu kea rah Masjidil Haram…”)(2:144), ayat : 149, 150, dan dalam surat At-Taubah/9:19.
b. Ka’bah, Masjid dan sekitarnya. Inilah pandangan yang banyak diikuti para Ulama Qs. Al-Isra/17:1, Qs. Al-Baqarah/2:191, Qs. At-Taubah/9:7, Al-Maidah/5:2.
c. Seluruh Mekah ; Qs. Al-Fath/48:25 dan 27, Qs. Al-Hajj/22:25. menurut Qatadah yang dimaksud dengan Masjidil Haram tidak lain ialah Mekah itu sendiri.
d. Seluruh Daerah Tanah Suci. Qs. At-Taubah/9:28, Qs. Al-Baqarah/2:196, menurut Ibnu Abbas dan ‘Atha, Masjidil hara yang disebut dalam ayat tersebut ialah seluruh daerah Tanah Suci.
Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer