Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Pengaruh Ketegangan dan Kecemasan pada Jiwa Manusia

Rabu, 03 Juni 2009

Mengapa ilmu pengetahuan modern sangat memperhatikan ilmu kejiwaan ? Kenapa pula ; kesehatan jiwa telah menjadi titik perhatian hamper semua kalangan dokter, baik para dokter kejiwaan maupun bukan ?

Hal itu dikarenakan ketegangan dan gangguan kejiwaan sangat berdampak pada jiwa, watak (karakter) dan anatomis manusia. Orang-orang muslim terdahulu telah mengetahui hal semacam itu. Ini bias kita lihat melalui sabda Nabi Saw. Saat berdoa :

"Allahumma inni a’uzubika minal hammi wal hajan"
( Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kecemasan dan kesusahan )
Kehidupan, dalam pandangan orang yang tegang stress hanyalah seluas lubang jarum. Ia hanya melihat kehidupan luas ini dalam keadaan serba sempit dan menyesakkan. Inilah yang menyebabkan para dokter mengetahui betapa pentingnya dan betapa besar pengaruhnya kepada kesehatan manusia secara umum.

Suatu hal yang merepotkan para dokter jiwa saat ini adalah dampak kebudayaan modern pada kesehatan jiwa manusia. Bertambahnya kemajuan jaman, jika tidak diimbangi dengan perkembangan nilai-nilai moral, justru nilai-nilai moral semakin terpuruk. Hal ini jelas memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan jiwa. Timbulnya penyakit-penyakit modern sangat menghawatirkan para dokter saat ini. Seseorang yang terkena penyakit modern itu dinamakan “Tekanan Jiwa” (stress berat), yaitu suatu kondisi yang sangat menyedihkan dan secara terus menerus menguasai orang tersebut sehingga dapat mengubah kondisi alami manusia menjadi kondisi sakit.


Ketegangan merupakan sumber utama terjadinya penyakit ( baik penyakit kejiwaan maupun fisik) , terutama penyakit yang diakibatkan oleh tekanan-tekanan jiwa, dimana manusia merasakan kesengsaraan, putus harapan, jiwa kerdil, selalu merasa kekurangan, gagal, cenderung menjadi penyendiri dan pendiam, serta selalu merasa kesialan, ia melihat hidup ini seakan hitam kelam.

Walaupun terdapat banyak istilah kejiwaan, seperti tekanan jiwa, stress, kecemasan, depresi jiwa dsb, namun terdapat maksud yang sama yaitu ‘mengalami penderitaan kejiwaan’. Orang-orang dahulu mengatakan, “ seseorang tidak dianggap sehat bila hatinya menderita”, “ Lupakanlah kedukaan niscaya ia akan melupakanmu, jika engkau memikirkannya iapun memberatkanmu.”

Kesedihan dan ketegangan dapat menyebabkan “tekanan jiwa”. Hal ini menjadikan keputusasaan dan ketidak percayaan serta penderitaan yang mendalam pada orang yang mengalaminya. Bila menurut medis diketahui bahwa penyakit kejiwaan sangat mempengaruhi kesehatan organ-organ tubuh manusia, sesungguhnya Al-Quran telah mengetahui terlebih dahulu memaparkan kenyataan ini semenjak ribuan tahun yang silam.

Al-Quran menyatakan bahwa kesedihan dan kedukaan dapat menyebabkan hilangnya salah satu organ fisik. Hal ini dapat kita amati dari kondisi Nabi Ya’kub as yang kehilangan indra penglihatannya karena dirundung kesedihan dan kedukaan akibat kehilangan anak laki-lakinya, Nabi Yusuf a.s. Allah Swt. Berfirman dalam surat Yusuf : 84

( Ya’qub ) berkata, “ Aduhai duka citaku terhadap Yusuf dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya ( terhadap anak-anaknya selain Yusuf )

Pengetahuan modern telah menafsirkan fenomena ini, menurut dokter sepesialis penyakit mata bahwa warna putih pada mata yang disertai hilangnya penglihatan adalah penyakit GLUKOMA, sebab utamanya adalah bertambahnya tekanan pada mata yang timbul karena perubahan pada pembuluh nadi akibat (pengaruh) reaksi syaraf, khususnya dikala sedih atau karena pengaruh tekanan darah.


Sumber : Rahasia Sehat dan Bugar dibalik Shalat, Hilmi Al-Khuli, Penerbit Himam-Prisma Media

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer