Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Menara-Menara (Sejarah Masjid Nabawi)

Senin, 10 Desember 2012


Pada masa Rasulullah SAW.  dan  al-Khulafa al-Rasyidun, Masjid Nabawi tidak memiliki menara, orang yang pertama kali membangunnya adalah Umar ibn Abd al-Aziz saat renovasi Masjid Nabawi tahun 88 H/91 M.
Saat itu dibangun empat menara, setiap sudut satu menara dengan tinggi 27,5-30 m dengan panjang dan lebarnya 4 x 4 m.


Menara dan Adzan

Menara sepanjang sejarah digunakan sebagai tempat adzan, para fuqaha menganjurkan untuk mengumandangkan adzan di tempat yang tinggi, supaya suaranya didengar orang banyak.
Urwah ibn Zubair meriwayatkan bahwa seorang wanita dari Bani al-Najjar, mengatakan “Dahulu rumahku paling tinggi di sekitar Masjid, dan adalah Bilal mengumandangkan adzan dari tempat itu, dia datang diwaktu malam sebelum subuh, duduk diatas rumah menunggu subuh, bila dia sudah melihatnya (waktu subuh), dia berdo’a ‘Ya Allah aku memuji-Mu, dan tunjukilah orang-orang Quraisy untuk menegakkan agamamu’, wanita itu berkata, ‘baru kemudian dia mengumandangkan adzan.

Abd Aziz ibn Imron berkata, “Di rumah Abdullah ibn Umar dulu ada sebuah tiang yang terletak di kiblat Masjid, digunakan sebagai tempat adzan, dan bentuknya adalah segiempat sampai sekarang, saat itu dikenal dengan sebutan mathmar”.

Saat pembangunan menara masa Umar ibn Abd al-Aziz, menara itu digunakan sebagai muadzin (yang artinya tempat adzan). Saat itu menara-menara itu digunakan sebagai tempat pengeras suara. Sedangkan muadzin melakukan adzan di tempat berpagar yang terletak di depan mimbar.


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer