Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Tempat Ditanamnya Mimbar Batang Korma dan Tiang Harum Mukhollaqoh (Sejarah Masjid Nabawi)

Jumat, 19 Oktober 2012



Para sejarawan berbeda pendapat dalam menjelaskan posisi ditanamnya batang korma setelah dibuatnya mimbar Rasulullah SAW, Ibn Abi al-Zanad mengatakan, “Batang korma itu tidak berubah di masa Rasulullah SAW, Abu Bakar ra, dan Umar ra (tetapi) setelah Utsman ibn Affan ra memugar masjid, batang itu tidak lagi di tempat semula, dan banyak perbedaan pendapat.

Sebagian mengatakan bahwa batang korma tersebut dibawa Ubay ibn Ka’ab ra ke rumahnya hingga dimakan rayap, ada juga yang mengatakan ditanam di tempat semula.
Pendapat lain menyebut bahwa ditanamnya di bawah mimbar, atau dekat mimbar sebelah kiri, disamping sebelah timurnya, wallahu a’lam.






Tiang Harum Mukhollaqoh

Keistimewaan tiang ini adalah posisinya yang terletak pada tempat batang korma yang merintih itu, dimana tempat ini selalu menjadi tempat shalat wajib Rasulullah SAW, Para sahabat dan tabi’in juga menyukai shalat pada tiang ini, yaitu tiang yang menempel dengan Mihrab Nabi SAW, dari arah kiblat tertulis “Ini adalah Tiang Harum (Hadzihi Ustuwanah Mukhollaqoh)”. Disebut demikian karena dulu tiang  tersebut diberi wewangian.

Ibn al-Bajjar berkata, “Batang korma dimaksud, dulu letaknya di Tiang Mukhollaqoh, yang ada di sebelah kanan Mihrab Nabi SAW.  Dikenal juga dengan tiang Mushaf karena sebuah riwayat dari Anas ibn Malik ra, ia berkata, “al-Hajjaj ibn Yusuf mengirim musgaf ke kota-kota besar, dan yang dikirim ke Madinah adalah mushaf besar, berada di dalam Kodak, disebelah kanan tiang yang dibangun pada tempat berdirinya Rasulullah SAW.

Banyak riwayat menjelaskan keutamaan Tiang Harum Mukhollaqoh ini, diantaranya riwayat Yazid ibn ‘Abid, dia berkata, Aku datang bersama Maslamah ibn al-Akwa’, dia shalat di tiang yang berada di samping mushaf, aku berkata, Wahai Abu Muhsin, aku lihat engkau berusaha shalat di tiang ini’, dia menjawab ‘Aku melihat Nabi SAW berusaha shalat di tempat itu” (Muttafaqun Alaih)

Imam Malik pernah ditanya, “Manakah tempat yang paling engkau sukai untuk shalat?”, beliau menjawab, “Kalau shalat sunat, di tempat Nabi SAW shalat, tetapi kalau untuk shalat wajib, di awal shaf”. Pernyataan seperti ini juga disampaikan oleh Ibn al-Qasim.

Menurut al-Samhudi, sebagian ulama menyangka bahwa tempat dimaksud adalah tiang ‘Aisyah r.a, yang berada di dalam raudhah. Kesalahpahaman ini timbul karena tiang ‘Aisyah r.a terkadang juga disebut sebagai tiang Mukhollaqoh. Mereka menyangka Nabi SAW, Maslamah ibn al-Akwa’ melakukan shalat di tiang ‘Aisyah r.a. ini, padahal tidak. Memang sebutan tiang mukhollaqoh kadang juga diperuntukkan untuk tiang-tiang lain.

Perlu dimengerti bahwa tiang yang disamping mushaf bukanlah diang ‘Aisyah r.a. Jadi yang dimaksud dengan tiang Mukhollaqoh adalah tiang yang menempel dengan Mihrab Nabi SAW pada arah kiblat.


Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer


0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer