Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Menara Tempat Adzan dan Payung Masjid (Sejarah Masjid Nabawi)

Jumat, 17 September 2010

Sebelum ini menara Masjid Nabawi memiliki menara tempat adzan sejumlah 5 buah, tiga diantaranya dirobohkan, yaitu terletak di Bab al-Rahmah, midzanah Sulaimaniyah dan al-Majidiyyah di sebelah Utara.
Untuk menyesuaikan dengan pembangunan yang baru dibuat dua tempat adzan di pojok Timur dan Barat sisi Utara dengan tinggi masing-masing 72 m, sehingga saat itu jumlah menara tempat adzannya ada 4 buah






Payung Masjid Nabawi

Meskipun sudah dilaksanakan perluasan Saudi pertama, Masjid Nabawi masih tidak mampu menampung para peziarah tanah suci, saat itu Raja Faisal bin Abd Aziz dari keluarga Sa’ud memerintahkan dibuatkan tempat yang bisa digunakan untuk shalat di sebelah Barat, maka bangunan-bangunan yang berada di tempat itu, dihancurkan setelah diadakan ganti rugi kepada para pemiliknya.

Menghabiskan biaya 50.000.000 RS lebih, belum termasuk biaya pembangunan proyek tempat shalat itu. Dibuatlah tempat shalat dengan paying-payung tempat berteduh, seluas 35.000 meter persegi. Dimulai pada 1393 H/1973 M, pembangunan ini terhitung efektif menampung para jamaah shalat lima waktu sampai dipugar pada perluasan Saudi ke dua, Saat itu panjangnya sampai terowongan al-manakhoh depan perpustakaan Raja Abd al-Aziz.


Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer