Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Perluasan Pemerintah Saudi Arabia yang Pertama : Perluasan ke 8 - 1368 H – 1375 H / 1949 M-1955 M (Sejarah Mekah)

Selasa, 20 Juli 2010

Bentuk Bangunan

Sebagai gambaran umum yang dihasilkan, saat itu terbangun sebuah ruangan panjang dengan panjang 128 m dan lebar 91 m, terdiri dari ruangan tengah yang datar berada disebelah Utara bangunan al-Majidi yang beratap, lantai ruangan itu terbuat dari marmer dingin yang tak terpengaruh panas. Dibagian Timur dan Barat ruangan ini, ada 3 atap. Ditengah-tengahnya sebuah sisi dari Timur ke Barat dengan 3 atap, di Timur sisi ini di buka pintu Raja Abd al-Aziz dan di Baratnya pintu Raja Sa’ud

Dua pintu tersebut terdiri dari 3 tempat masuk yang berdempetan. Bagian Utara sebuah sisi dengan 5 atap, lebar setiap atap 6 m. Di tembokUtaranya dibuka 3 pintu Umar ibn. Khattab, Abd al Madjid dan Utsman bin Affan.Keistimewaan masa ini, adalah bangunannya yang didirikan dalam bentuk yang besar, terbuat dari beton yang terdiri dari 232 tiang tertancap ke atas dengan lengkungan-lengkungan elok atasnya. Batasannya adalah tembok di Utara, Barat dan Timur. Kedalaman fondasi tiang dan temboknya adalah 7,5 m.

Atapnya berbentuk persegi-persegi terbuat dari kayu dengan tinggi 12,55 m. Sebagian masjid saat itu berwarna putih sedikit dihiasi dengan polesan warna hitam dan merah, disesuaikan dengan bangunan al-Majidi.
Agar keindahan masjid tetap terjaga, digunakan batu buatan yang dipasang di atap dan bentuk-bentuk busur ditempat-tempat masuk dan lain-lain agar menyatu dengan marmer yang digunakan untuk menutup lantai.

Ketika Raja Abd. Al-Aziz dari keluarga saud mendapatkan kesempatan menziarahi Masjid Nabawi, beliau menggunakan kesempatan untuk melihat-lihat Masjid, dikawal oleh sebuah tim dari Madinah dan beberapa pengunjung. Dia melihat bahwa Masjid mendesak untuk diperbaiki. Bulan Syawal 1370 H/1951 M pembangunan dimulai dengan membeli beberapa rumah dan bangunan disekitar masjid, Timur, Barat dan Utara. Bagian Selatan yang beratap dibiarkan seperti semula sejak pembangunan al-Majidiyyah karena masih nampak indah.

Tanggal 13 Rabiul Awwal 1372 H/November 1952 M Pangeran Sa’ud mewakili bapaknya meletakkan batu pertama, dihadapan para insinyur dibawah Yayasan Muhammad bin Ladin. Sebuah pabrik dibangun di Madinah, tepatnya di Dzil Halifah untuk mencetak batu-batu buatan. Bahan material lain yang tak kurang dari 30.000 ton diangkut dengan 30 kapal ke Pelabuhan Yanbu’, untuk kemudian diteruskan dengan truk-truk besar ke dalam kota Madinah.

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer