Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Pembangunan Masa al-Majidiyyah 1265 H-1277 H /Perluasan ke 7 (Sejarah Masjid Nabawi)

Minggu, 30 Mei 2010

Penanganan Masjid Nabawi berikutnya, oleh para khalifah Usmaniyyah setelah berakhirnya masa raja-raja di Mesir tahun 923 H/1517 M. Salah satu karya masa ini adalah dipasangnya marmer pada tembok dan tiang masjid, perbaikan sebagian pintu dan rekontruksi Kubah Hijau.Pembangunan yang dilakukan Sultan Mesir Qayit Bay bertahan selama 377 tahun

Ketika nampak ada keretakan, Syekh al-Haram Daud Basya berkenan melayangkan surat kepada Sultan Abd al-Majid berkenaan dengan perbaikan masjid oleh Sultan diutuslah dua orang insinyur Romzi Affandi dan Utsman Affandi untuk meneliti keadaan masjid, ditemani penduduk Madinah pada tahun 1265 H/1848 M.

Setibanya di Istana, keduanya memberikan laporan, dan kemudian Sulatan mengutus Halim Affandi untuk memegang proyek pembangunan bersama sejumlah arsitek, ahli bebatuan dan pekerja berikut biayanya.

Untuk mencari batu yang sesuai ditunjuk pakarnya bernama Ibrahim Agha. Setelah sekian lama akhirnya ditemukan sebuah tempat di pinggiran kota Madinah, sebuah anak bukit di Bathha Wadi al-Aqiq. Adalah sebuah gunung dan tambang besar berwarna merah, semerah warna batu akik di lembah itu. Dengan bahan ini dibangunlah tiang-tiang masjid dan lengkungnya, karena batu ini mudah di pahat dan nampak khas lagi menawan.
Adapun untuk dinding masjid dipilihkan batu hitam untuk diukir, karena lebih kuat.

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer