Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Masjid Nabawi mengalami Kebakaran (Sejarah Masjid Nabawi)

Sabtu, 08 Mei 2010

Kebakaran Pertama dan Renovasi Bangunan

Masjid Nabawi mengalami kebakaran dua kali, kebakaran yang pertama diceritakan al-Samhudi sebagai berikut, “Masjid terbakar pada Jum;at malam awal bulan Ramadhan tahun 654 H.
Pada permulaan malam, Abu Bakar bin al-Aulad salah seorang pegawai masjid memasuki gudang yang berada di sebelah Barat, untuk mengambil lampu-lampu menara masjid, api yang dia bawa ia tinggalkan di sebuah tempat lampu, tiba-tiba menyala dan dia kewalahan mematikannya.


Api merambat ke karpet dan lainnya, dan terus mengganas sampai menyentuh atap, sebagian besar penduduk bergegas mematikannya setelah gubernur Madinah ikut terjun, tetapi mereka tetap tidak bisa menghentikan kebakaran yang kian menjalar memakan hampir seluruh atap, bahkan mimbar Nabi Saw, pintu-pintu, tempat-tempat penyimpanan, beberapa tempat yang berpagar batas, dan kotak-kotak yang ada ikut terbakar.


Renovasi dimulai pada masa Khalifah Abbasiyah al-Mu’tashim Billah, tahun 655 H/1257 M, tetapi tak sampai selesai karena terjadi peperangan melawan Tartar yang berhasil menguasai Bagdad.

Kemudian renovasi diteruskan Sultan Mesir dan Yaman.
Adalah Sultan al-Dzahir Ruknu al-Dien Bibris (lahir pada tahun 620 H/1233 M, memerintah Mesir sejak 658 H sampai meninggal tahun 676 H) berperan besar dalam pembangunan ini, dengan merenovasi atap seperti sebelumnya (2 atap atas dan bawah).

Al-Qisthalani menyebutkan hikmah kejadian ini, sebagai kebesaran dan keagungan Allah pada masjid dan penduduknya, dan hikmah kejadian yang lebih tajam daripada nasihat-nasihat lisan.

Sumber : Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer