Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Pengaruh sebuah Penghargaan

Sabtu, 20 Februari 2010


Ramadhan memperhatikan montir mobil itu dengan seksama, bagaimana dia bekerja, kelihatan asyik tapi sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, muka yang sedikit lesu, tak banyak bicara kalau tidak ditanya, “pasti ada yang mengganggu pikirannya “ pikir Ramadhan, dan langsung dia teringat ceramah Ustadz nya beberapa hari lalu
“Ketika kita berkomunikasi dengan seseorang ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, pertama gunakanlah bahasa yang santun agar tidak menyakiti hatinya, ke dua : cobalah berbicara mengenai masalahnya, ke tiga :cari tahu apa kesukaannya, ke empat : Sentuhlah dengan tulus sisi-sisi kebanggannya, niscaya engkau akan menemukan bagaimana luar biasanya pengaruh sebuah penghargaan” jelas Pak Ustadz



“Hmm…… berarti saya harus memposisikan diri seolah dia merasa lebih daripada saya….” Gumam Ramadhan sambil memperhatikan keadaan sekitar bengkel tersebut.
“ Mobil yang sebelah ini lagi turun mesin ya Mas ? Ramadhan membuka obrolan
“Iya Pak…” jawabnya singkat
“Ini…Mas yang mengerjakan ?
“Siapa lagi pak, kadang sampai larut malam, tapi ga ada tambahan “
OOhhhh ini kah akar permasalahannya,,,,,,,,,
“Wah …. Kalau saya yang bongkar, mungkin perlu sebulan lebih untuk masang kembali, atau mungkin terima bongkar tidak terima pasang he he he ….” Ramadhan mencoba menawarkan canda.
“Sama pak , dulu juga saya punya pikiran seperti itu, tapi perlahan lahan saya belajar, dan akhirnya bisa juga, ya.. karena memang saya harus bisa “ jelasnya mulai semangat
“ sudah 8 tahun saya menggeluti pekerjaan ini, semenjak saya lulus SMA, karena tidak mampu untuk melanjutkan akhirnya mencoba berusaha mengorek-ngorek potensi saya, apa yang bisa dikembangkan lebih jauh, karena saya seneng utak-atik mesin , lalu saya coba melamar ke bengkel….”
Tanpa disadari Mas montir pun cerita panjang, dari awal dia bekerja , menjadi kenek (dibaca : pembantu) terlebih dahulu, pindah-pindah tempat bekerja, bagaimana suka dan dukanya jadi pegawai bengkel, hingga dia berkeluarga hasil dari bekerja di bengkel.
“Sungguh perjalanan penuh perjuangan Mas, saya belum tentu mampu melaluinya..”
“Alhamdulillah saya lakukan ini semua karena Allah….pak” tegasnya sudah mulai sumringah (ceria) dan ada sebersit rasa bangga
“Owww ….. ternyata Mas seneng tanaman hias juga ya ? tanyaku ketika melihat disudut-sudut bangunan terdapat beberapa pot pohon puring dan sanseivera (Lidah mertua) dan beberapa anthurium yg masih kecil-kecil.
“Bos yang suka, tapi saya yg ngurus…. eh lama-lama jadi seneng juga, katanya sih tanaman puring dan sanseivera itu bisa mengurangi gas-gas beracun yang dihasilkan dari asap mobil, nah karena disini sering mengepul asap kendaraan makanya untuk menjaga kesehatan bos tanam tanaman-tanaman itu “ jelasnya dengan antusias
“wah boleh juga nih yang punya bengkel” bathin Ramadhan
“Kalau sanseivera yang itu tuh pak, nah itu punya saya katanya namanya ‘Kirki Brown’ yang daunnya seperti daun mati itu , waktu itu temen lagi butuh duit anaknya sakit dan kebetulan saya ada, ya saya bayarin, saya ga bawa kerumah karena takut istri saya marah, beli-beli pohon seperti itu, apalagi kata temen saya kalau sanseivera jenis itu mahal harganya“ sambil menunjuk sebuah pot kecil penuh kebanggaan
“O…ya….” Ramadhan mendekati pohon yang di maksud
“Indah banget mas…. Pantes kalau harganya mahal, ” padahal Ramadhan sudah tahu kalau sanseivera jenis itu memang mahal harganya, sambil membolak balik pot sanseivera nya.”Saya nanam di rumah ga sesegar yg disini, pake obat apa mas?
Dan Si mas montir pun bercerita panjang lebar tentang pemeliharaan pohon tanaman hias dari media sampai obat hama yang di pakainya, dengan penuh semangat
“Ah.. pak saya sih ga tau bagus atau tidak, Cuma ingin membantu temen saja, kalau bapak suka bawa saja kerumah biar menghias meja tamu, pasti cocok kalau di rumah bapak, cuma biasanya tanaman sanseivera akan lebih cantik bila memakai pot dari keramik”.
“Haah …….” Ramadhan kaget hampir ga percaya “buat saya….??? Ramadhan tak percaya, “ boleh juga biar saya ganti berapa dulu belinya?”
“Ga usah pak …ga usah digantiin…. Bawa saja, sebagai kenang-kenangan dari saya”
Subhanallah ……..
“Mimpi apa aku semalam” pikir Ramadhan
Akhirnya Ramadhan pun pulang setelah selesai ganti olinya, dengan membawa oleh-oleh dari mas montir yang baik hati.
“Jadi berapa semuanya mas….? Tanya Ramadhan
“Bayar olinya saja pak, ongkosnya ga usah …. Sebagai harga perkenalan pak, biar bapak besok kesini lagi” jelasnya sambil tersenyum lebar penuh ketulusan
…………..
Sebuah pelajaran hidup yang tidak mungkin terlupakan, ya…. Setiap kita butuh penghargaan, sanjungan dan rasa ingin diperhatikan yang sudah menjadi sifat dasar manusia.
Ramadhanpun membelokkan mobilnya ke gerbang komplek dan menghilang di telan jalan bergelombang
“Yaa Allah ……. Berkahilah hidupnya, luaskanlah rizkinya, limpahkanlah hidayah dan karunia-Mu padanya”
Do’a itu menggema di kedalaman hati Ramadhan dan terpantul melesat ke ruang jagat angkasa



“Pesan dibalik Perjalanan”
EAR Ciputat’10

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer