Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Nakhlah (Sejarah Mekah)

Selasa, 30 Juni 2009


Nabi mengutus Abdullah ibn Jahsy ra bersama 8 orang dari kaum Muhajirin ke Nakhlah untuk memata-matai kafilah Quraisy dan mengetahui kondisi mereka. Ketika kafilah itu telah lewat, yaitu pada hari terakhir pada bulan Rajab, rombongan Abdullah ibn Jahsy berkata, “Jika kalian sisakan mereka pada malam ini, mala kalian akan memasuki bulan suci yang akan mencegah kalian dari mereka. Dan jika kalian membunuh mereka, maka kalian akan membunuhnya pada bulan suci.” Kemudian mereka bersepakat untuk membunuhnya.


Akhirnya mereka berhasil membunuh ‘Amru ibn al-Hadlrami dan menawan Utsman ibn Abdillah serta Hakam ibn Kisan, lalu mengambil sebagian harta mereka.
Sedangkan dari anggota kafilah yang tersisa memilih lari dan kabur. Inilah harta rampasan pertama, orang pertama yang terbunuh, serta tawanan pertama dalam Islam.

Mengingat kejadian ini terjadi pada bulan suci, Nabi lalu mengingatkan, “Aku tidak menyuruh kalian untuk perang” Dan orang-orang Quraisy pun menimpalinya, “Muhammad dan para pengikutnya telah menghalalkan bulan suci (untuk berperang)”. Kemudian turunlah ayat, ( “Mereka bertanya tentang berperang pada bulan Haram. “Berperang pada bulan itu adalah dosa besar, tapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) disisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada memnbunuh. Meraka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, lal u dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal idalamnya “.) Qs.al-Baqarah 2:217.
Setelah pembebasan Mekah, dalam perjalanan dari Hunai menuju Thaif, Rasulullah Saw dan para pengikutnya melewati Nakhlah “al-Yamaniyyah”, lalu Qarn al-Manazil, dan mendirikan kemah dekat Thaif.

Di Nakhlah, terdapat juga kisah tentang pemusnahan berhala ‘Uzza. Setelah pembebasan kota mekah, Nabi Saw mengirim Khalid ibn Walid ra. Untuk memusnahkan berhala ‘Uzza, berhala besar milik Quraisy dan Bani Kinanah (dalam Al-Qur’an diriwayatkan, “Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap al-Lata dan al-‘Uzza”. Qs. Al-Najm 53:191). Bersama 30 orang sahabatnya dari Persia, Khalid berangkat dan memusnahkan seluruh berhala-berhala ‘Uzza yang ada. Kemudian ia kembali kepada Rasulullah dan melaporkannya. Lalu Rasulullah bertanya : “Apakah kamu melihat sesuatu?” timpal Rasulullah Saw. Dengan geram dan marah Khalid [un kembali sambil ,enghunus pedangnya. Dijumpainya seorang wanita hitam telanjang berkepala ular, sehingga menyebabkan penjaga Ka’bah menjerit karenanya. Khalid lalu memukulnya dengan pedang dan memotongnya menjadi dua. Setelah itu ia kembali lagi kepada Rasulullah Saw. dan melaporkannya “Bagus, itulah ‘Uzza, dan aku telah menjadikannya untuk tidak disembah di negeri kalian ini selama-lamanya”. Kata Rasulullah Saw.
Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah berada di Nakhlah “al-Syaniyyah”. Konon, dahulu, tempat ‘Uzza itu ditandai, tetapi sekarang sudah hancur.

Sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer