Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Manajemen Waktu

Rabu, 03 Juni 2009


Kebun Dakwah sahabat (mari belajar dari mereka)
Oleh : Buya H.M Alfis Chaniago
Al-Waktu kasseif ( Waktu bagaikan pedang), Bila tidak kau gunakan untuk memotongnya, maka engkaulah yang akan dipotongnya.
Waktu berjalan tanpa dapat dihentikan dan tidak pula mengenal waktu mundur, walaupun ada yang mencoba merekatkan dengan kalender di dinding atau mengkaitkan dengan jarum jam, namun ia tidak pernah dapat dihentikan. Jika kita berani jujur, maka setiap desah nafas kita berarti satu langkah kita mendekat ke liang kubur.
Setiap kali engkau merayakan ulang tahun, sesungguhnya engkau merayakan semakin berkurangnya jatah umur. Waktu kemarin telah pergi dengan segala kebaikan dan keburukannya, waktu esok masih berada dialam gaib, belum tentu turun ke bumi, maka sesungguhnya hari kita adalah hari ini. Persembahkan prestasi terbaikmu hari ini, perbaharui taubatmu, ikhlaskan amalmu, perbanyak dzikirmu, tingkatkan syukurmu, kuatkan kesabaranmu dan shalatlah engkau seperti shalatnya orang yang tidak akan pernah kembali lagi.
Kita akan membahas tentang bagaimana cara kita untuk bertaubat yang sesungguhnya, langkah apa yang harus kita tempuh ?
satu : Inventarisir (mendata ulang) dosa-dosa-mu dari A sampai Z. Setelah anda inventarisir , lalu akuilah bahwa itu memang dosa anda. Setelah anda akui, maka bersiap-siaplah untuk menerima konsekuensinya, yaitu hukuman dari dosa-dosa tersebut, (apakah itu qishash, kifarat, dam, minta maaf) atau lainnya. Setelah itu anda harus menyesali dengan sangat atas dosa-dosa yang sama dan terakhir, anda memohon ampun kepada Allah Swt.
“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” QS.Ali Imron : 133
dua : Ikhlaskan amalmu. Sesungguhnya amal yang diterima disisi Allah adalah amalan yang ikhlas. Nabi Saw tidak menjelaskan, bahwa ikhlas itu tidak menerima upah, karena upah itu adalah hak seseorang, malah Nabi Saw mengatakan “ Ahaqqu Maahabtumbihi Ujrah Kitaballah” ( yang paling pantas menerima upah itu adalah orang-orang yang membaca kitabullah. Devinisi ikhlas tersebut terdapat dalam do’a iftitah :INNA SHALATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHIRRABBIL ‘ALAMUN ( sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku lillahirobbil ‘alamin)
Dalam bahasa arab paling tidak ada tiga makna ‘Lam’, pertama Lita’lil artinya menunjukkan sebab, jadi lillah artinya karena Allah, lam disitu artinya ‘karena’., kedua Lilghaiyyah artinya menunjukkan tujuan, jadi arti kedua dari lillah adalah untuk Allah, ketiga Lilmilqi artinya menunjukkan kepunyaan, jadi arti ketiga dari lillah adalah kepunyaan Allah. Rasulullah Saw menjelaskan “ Barangsiapa yang shalat ingin dilihat oleh manusia ia sudah syirik, barangsiapa yang mengerjakan amal yang diperintahkan Allah tetapi mengharap penghargaan dari manusia ia sudah syirik.” Inilah bentuk kemusyrikan yang sangat tersembunyi, lebih tersembunyi dari semut hitam diatas batu hitam dimalam yang kelam. Syadad bin Awas menemukan Rasulullah sedang menangis. “ Ya Rasul apa yang menyebabkan engkau menangis “ Tanya Syadad kepada nabi Saw, Nabi menjawab “ Aku Cuma cemas sekali memikirkan kemusyrikan yang akan menimpa umatku. Mereka tidak menyembah berhala, matahari, bulan atau batu, tetapi mereka riya dengan amal mereka. Dalam sebuah riwayat dijelaskan ada tiga orang yang dituntun ke neraka. Pertama, orang yang membaca Al-Quran siang malam karena ingin disebut qori. Kedua, yang terbunuh fisabilillah karena ingin disebut pemberani. Ketiga, orang yang menginfakkan hartanya dijalan Allah karena ingin disebut dermawan. Ketifa-tiganya adalah amalan manusia yang didasari bukan karena Allah.
tiga : Perbanyak dzikirmu. Apabila diantara orang-orang salih berkumpul, maka perkumpulan mereka akan menjadi majelis dzikir, namun jika orang-orang yang suka berbuat zalim berkumpul, maka perkumpulan mereka lebih banyak mengarah kepada hal-hal yang mendekatkan mereka kepada syetan. Zikirnya orang-orang salih bias berupa tasbih, tahlil dan takbir. Sementara zikirnya orang-orang zalim bias berupa : nyanyian, gurauan, gossip, adu domba, membula aib orang lain dsb. Walaupun anda telah mendapat berbagai karunia Allah dan kelezatan dunia, namun hati anda tidak akan merasakan kedamaian dan ketenangan bila tidak mau berdzikir kepada Allah. Firman Allah Swt :
“ Ingatlah hanya dengan berdzikir kepada Allah hati bias menjadi tenang”
QS. Ar-Ra’ad : 28.
Walaupun engkau memiliki kedudukan yang tinggi, istana yang megah, kekuasaan yang luas, harta yang berlimpah, istri yang cantik, anak-anak yang cakep dan cerdas, namun hatimu tetap tidak akan sehat, jika menjauh dari dzikir kepada Allah. Firman Allah Swt. “ Dan barangsiapa berpaling dari berdzikir kepadaKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia “ Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunku pada hari qiamat dalam keadaan buta, padahal aku dahulunyaadalah seorang yang bias melihat ?” Allah berfirman, “ Demikianlah telah dating kepadamu ayat-ayat kami, lalu kamu melupakannya. Maka demikianlah pula kalian dilupakan pada hari ini.” QS. Thaha : 124 – 126.
Sumber : Mimbar Jum’at DEWAN MUBALIGH INDONESIA edisi 351/Th.2009

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer