Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Hijir Ismail (Al-Hathim) (sejarah Mekah)

Minggu, 14 Juni 2009


Yaitu bangunan terbuka yang membentuk setengah lingkaran. Pada mulanya Hijir ismail membentuk lingkaran utuh, tetapi saat renovasi pada jaman Quraisy, maka separuh lingkarannya terpotong (sehingga dalam bahasa arab dinamakan Hathim, yaitu “yang terpotong”). Disitu pula Ibrahim menjadikannya sebagai rumah kecil dari batang-batang pepohonan yang berdahan lebat yang diperuntukan bagi Ismail dan ibunya, Hajar. Ini menunjukkan bahwa Hijir Ismail tersebut bukan merupakan bagian dari Ka’bah, sedangkan bagian lain yang terpotong dan yang dimasukan oleh Quraisy ketika merenovasi Ka’bah tidak diragukan lagi adalah justru bagian dari Ka’bah itu sendiri, dengan lebar kira-kira 3 m.


Mengenai hal ini, dikisahkan bahwa Aisyah ra. Bertanya kepada nabi Saw. Tentang dinding (Hijir Ismail) :
“Apakah ia bagian dari rumah suci ini ?”
Nabi Saw. Menjawab : “Betul.”

Kemudian Aisyah bertanya lagi : “Mengapa mereka tidak memasukkan sekalian sisanya ke Ka’bah ?”
Jawab Nabi Saw. “Sebab kaummu kekurangan dana…”
Dari sini dapat disimpulkan bahwa sebagian dari Hijir ismail merupakan bagian dari Ka’bah, yaitu kira-kira 3 m, sedangkann sisanya bukan bagian dari ka’bah. Oleh karenanya, tidak syah thawaf seseorang, kecuali di belakang keseluruhan Hijir Ismail tersebut.

Barang siapa yang tidak sempat shalat di dalam Ka’bah, lalu shalat dibagian terdekat Hijir ismail dengan Ka’bah (3m), maka sesungguhnya ia telah shalat di dalam Ka’bah. Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra. Bahwasanya beliau berkata :
“Aku ingin sekali masuk ke Ka’bah dan shalat didalamnya, lalu Rasulullah Saw. Menarik tanganku dan membawanya kedalam Hijir Ismail, sambil berkata : “Shlatlah didalamnya jika engkau inginmasuk ke Ka’bah, karena ia merupakan bagian dari Rumah Suci ini.” Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ‘Aisyah ra. Berkata : “Tidak peduli aku shalat di Hijir Ismail atau Ka’bah.”
Para ulama salaf menambahkan bahwa do’a di Hijir ismail di bawah talang air termasuk do’a yang dikabulkan (mustajab).

Keterangan Hijir Ismail :
* Tinggi Dinding Hijir
: 1,32 m
* Lebar dinding Hijir
: 1,55 m
* Jarak dua pintu masuk Hijir
: 8,77 m
* Dari dinding ka’bah ke dinding Hijir
: 8,46 m
* Bagian Hijir yang ada yang dari Ka’bah
: 3 m
* Panjang putaran dinding dari luar
: 21,57 m

sumber : Sejarah Mekah, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printers

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer