Kebun Renungan

Kebun Renungan
Pola hidup dan pola pikir kita sekarang, akan sangat menentukan keadaan kita di masa datang. Harta, keangkuhan, keegoisan dan kesombongan, bila tak pandai mengelolanya hanya akan semakin merendahkan diri kita sendiri , Mari kita memanfaatkan waktu seefisien mungkin untuk kebaikan, jangan sampai kita menyadarinya di batas kemampuan. Sebuah renungan dari seorang sahaba. (Baca)

Sejarah Mekah

Sejarah Mekah
Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah Al-Mukarromah

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Ngobrol sama Ustadz Kampung
SHALAT KHUSYU, adalah suatu keadan yang setiap kita mendambakannya. Bisakah kita shalat khusyu? Ataukah hanya milik para Nabi atau 'alim ulama saja? Bagaimana caranya? Mungkin catatan ini bisa dijadikan bahan renungan. (Baca)

Buku Tamu

Belajar Menikmati Hidup

Terkadang kita dihadapkan pada perasaan, kesel, jengkel, rasa ga suka, benci, dendam dan segaala yang membuat hati dan pikiran jadi capek, kita ingin lepas dari perasaan itu, tapi sulit rasanya. Bagaimana kita bisa menikmati hidup jika perasaan itu masih ada ? ...Read more...

Sahabat Setia

Selamat datang di Rumah Sahaja, terimakasih atas kunjungan silaturahimnya

Upaya-upaya Pencurian Jasad Nabi SAW. (Sejarah Masjid Nabawi)

Rabu, 03 April 2013


Tinta sejarah menjadi saksi kebencian musuh-musuh Islam terhadap Nabi SAW semenjak kelahirannya di Makkah. Ini terbukti dari berbagai percobaan pembunuhan yang berulangkali menemui kegagalan. Tentu saja ini dilakukan setelah mereka merasa tidak mampu menghadapi beliau SAW dengan dalil dan argumentasi. Allah berfirman dalam surat al-Maidah, ayat 67,

Artinya :  Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” “[5:67] 


Kebencian mereka yang membara ini nampaknya tak pupus ketika Nabi SAW sudah meninggalkan alam fana ini, kebencian selanjutnya mereka wujudkan lewat upaya yang berulangkali untuk menyusuri jasad beliau SAW. Memang niat-niat jahat mereka ini selalu saja menemui kegagalan, sebab Allah sudah berjanji untuk menjaganya hidup dan mati.
Berikut ini akan kami paparkan kisah-kisah sekitar percobaan pencurian jasad itu.


Upaya Pencurian Jasad Nabi SAW yang Pertama

Timbul niat jahat untuk memindahkan jasad beliau SAW dari Madinah ke Mesir, atas titah al-Hakim al-‘Ubaidi yang dikenal dengan al-Hakim bi Amrillah, melalui kepanjangan tangannya Abu al-Futuh.
Para sejarawan menukil kisah ini dari buku Tarikh Bagdad karya Ibn al-Najjar dengan sanad sebagai berikut. Muhammad Ibn Abdullah ibn al-Mubarak al-Mukri mengabarkan kepada kami dari Abu al-Ma’ali Shalih ibn Safi a;-Jily, Abu al-Qasim Abdullah ibn Muhammad ibn Muhammad al-Mua’llim, menceritakan kepada kami, Abu al-Qasim Abd al-Hakim, Ibn Muhammad al-Maghribi menceritakan, bahwa sebagian orang-orang Zindiq mengusulkan kepada al-Hakim al-Ubaidi, penguasa Mesir, untuk memindahkan jasad Nabi SAW dan kedua sahabatnya ke Mesir. Mereka merayunya dan mengatakan, “Kapan hal ini bisa terlaksana maka seluruh orang di dunia akan berkunjung ke Mesir, al-Hakim kemudian berijtihad sejenak dan membuat sebuah tempat bersekat.

Dengan biaya yang tak kepalang tanggung, al-Maghribi berkata, ‘Dan kemudian dia mengutus Abu al-Futuh untuk menggali makam Rasul. Ketika Abu al-Futuh sampai di Madinah dia kemudian tinggal di sana, sekelompok penduduk Madinah hadir, dan mereka sudah mengetahui niat jahatnya, penduduk madinah mendatangkan seorang qari’ al-Qur’an untuk membaca ayat al-Qur’an surat al-Taubah ayat 12-13.



Artinya : 12. “Jika mereka nerusak sumpah (janji)nya sesudah berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat dipegang janjinya, agar supaya mereka berhenti.

13. Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janji)nya, padahal mereka telah keras untuk mengusir Rasul dan mereka yang pertama kali memulai memerangi kamu, mengapa kamu takut kepada mereka, padalah Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang beriman” (Qs. Al-Taubah/9:12-13)

Tiba-tiba orang-orang naik pitam berontak dan ingin membunuh Abu al-Futuh bersama tentaranya, kalau saja bukan mereka yang sedang berkuasa sudah tidak bisa dibayangkan lagi apa yang akan terjadi. Ketika Abu al-Futuh menyaksikan hal itu, dia kemudian berkata, “Allah sajalah yang pantas untuk ditakuti, demi Allah kalau al-Hakim tega ingin membunuhku, aku tak mungkin melakukannya, hatinya terasa sesak, kebingungan mencari jalan keluar dari niat buruknya itu. Tak lama kemudian setelah matahari bergeser dari tengah, bumi Allah mengirimkan angin yang mengguncang bumi, onta dan kuda lepas dari tambatannya seperti bola yang menggelinding di atas bumi, banyak hewan yang mati dan b ahkan manusia. Ketika itu barulah terbuka hati Abu al-Futuh, ketakutannya terhadap al-Hakim hilang, dia tak mungkin melakukan niat buruknya itu.

Sumber : Buku Sejarah Masjid Nabawi, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Penerbit Al-Rasheed Printer

0 komentar:

Poskan Komentar


TEH PANAS ternyata dapat memicu 'Kanker Kerongkongan'. Apakah anda salah satu penikmat teh panas? Catatan ini perlu untuk di simak. (Baca)

Ngobrol sama Ustadz Kampung

Cerita Keluarga Sahaja

Entri Populer